DINEWS.ID – Gelandang asal Italia, Samuele Ricci, resmi bergabung dengan AC Milan usai menyelesaikan proses transfer dari Torino dengan nilai €23 juta (sekitar Rp438 miliar) ditambah bonus, termasuk klausul 10 persen dari penjualan di masa depan.
Kepindahan Ricci diumumkan klub pada akhir pekan. Dalam wawancara perdananya bersama saluran YouTube resmi AC Milan, gelandang berusia 22 tahun itu menyatakan rasa bangganya mengenakan seragam Rossoneri.
“Ada banyak emosi. Saya belum pernah merasa secemas beberapa hari terakhir ini, tetapi mengenakan jersei Milan adalah sebuah kehormatan. Ekspektasinya tinggi dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Ricci memilih nomor punggung 4, yang menurutnya melambangkan stabilitas dan mencerminkan kepribadiannya.
“Saya suka nomor ini karena mencerminkan siapa saya. Ada kesan stabilitas di baliknya. Di luar lapangan, saya banyak menghabiskan waktu bersama keluarga,” kata pemain kelahiran Pontedera tersebut.
Milan sendiri tengah membangun ulang skuadnya usai musim lalu finis di posisi ketujuh dan gagal lolos ke kompetisi Eropa. Ricci diharapkan menjadi bagian penting dari proyek baru di bawah pelatih anyar, Massimiliano Allegri.
Ricci, yang pernah bermain untuk Empoli dan Torino, merasa kepindahannya ke Milan merupakan langkah besar dalam kariernya. Ia menyebut Milan sebagai tempat terbaik untuk berkembang karena dikelilingi pemain berkualitas.
“Saya tahu masih banyak hal yang perlu saya tingkatkan. Saya adalah pribadi yang seimbang, baik di dalam maupun luar lapangan, dan saya rasa itu membantu saya,” katanya.
Di lapangan, Ricci mengaku paling nyaman bermain sebagai gelandang tengah. Namun, ia juga pernah bermain sebagai mezz’ala dan gelandang bertahan dalam skema dua pivot saat masih dilatih Ivan Juric di Torino. Ia mengaku banyak belajar soal pergerakan dan pemahaman taktik dari pelatih asal Kroasia itu.
Ricci juga mengungkap kekagumannya pada legenda Milan, Andrea Pirlo, yang disebutnya sebagai inspirasi sejak kecil. “Dialah maestro di posisi itu. Saya menonton videonya sejak kecil dan masih mengingatnya dengan baik,” ucapnya.
Di luar sepak bola, Ricci dikenal sebagai sosok rendah hati dan gemar menjelajahi tempat-tempat bermakna. Ia sempat berlibur ke Uganda, sebuah destinasi yang menurutnya memperkaya pengalaman pribadi.
“Saya sudah empat tahun berturut-turut pergi ke Afrika. Setiap pulang dari sana, saya merasa diperkaya secara pribadi. Melihat orang-orang yang hampir tidak punya apa-apa tapi tetap bisa tersenyum, itu pelajaran terbaik dalam hidup,” ujarnya. ***













