Flare Ajudan Wali Kota Parepare Lukai Penonton, Nobar Sempat Ricuh

WhatsApp Image 2026 07 20 at 21.55.15
Seorang oknum ajudan Wali Kota Parepare, Ahmad Husaini, menjadi sorotan setelah aksinya membawa dan menyalakan flare saat acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di Lapangan Andi Makkasau, Senin (20/7/2026). Foto: Istimewa.

DINEWS.ID – Seorang oknum ajudan Wali Kota Parepare, Ahmad Husaini, menjadi sorotan setelah aksinya membawa dan menyalakan flare saat acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di Lapangan Andi Makkasau, Senin (20/7/2026) dini hari. Insiden tersebut memicu keributan setelah percikan flare mengenai tangan seorang penonton perempuan.

Seorang warga, Ricky Leonard, mengatakan peristiwa terjadi saat penonton merayakan gol pertama di tengah kerumunan. Menurutnya, flare yang dibawa oknum ajudan itu mengeluarkan percikan hingga melukai salah seorang penonton.

“Saat merayakan gol, red flare kedua datang dari belakang posisi kami duduk dibawa langsung orang yang sama. Kami laki-laki hanya fokus merayakan gol 1-0, tiba-tiba teman perempuan di depan saya merintih ternyata akibat kena percikan flare,” kata Ricky.

Insiden tersebut memicu reaksi penonton. Ricky menyebut seseorang melempar botol plastik ke arah pemegang flare sebagai bentuk protes karena ada korban. Namun, situasi justru memanas setelah oknum tersebut membalas dengan nada tinggi kepada warga yang menegurnya.

“Teman laki-laki yang lain melempar botol ke pemegang flare untuk memberi tanda akibat flare itu ada korban. Permintaan maaf biasa, namun tangan yang terkena percikan tidak mendapat penanganan,” ujarnya.

Ricky menilai penggunaan flare di tengah kerumunan penonton sangat membahayakan keselamatan. Ia berharap Pemerintah Kota Parepare melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan publik, termasuk aspek keamanan dan pengawasan.

Selain menyoroti insiden flare, Ricky juga memberikan masukan terkait pelaksanaan nobar yang menurutnya sempat mengalami kendala teknis. Ia berharap kualitas tim pendukung acara dapat ditingkatkan agar kegiatan serupa berjalan lebih baik ke depan.

Ajudan Wali Kota Buka Suara

Dikonfirmasi terpisah, Ahmad Husaini membenarkan dirinya membawa flare ke bagian depan panggung. Namun, ia menegaskan tindakannya dilakukan karena melihat flare telah lebih dulu dinyalakan di area belakang yang dipadati penonton.

“Awalnya menyala di belakang, saya bawa ke depan karena saya anggap aman. Karena di belakang kan masih banyak juga orang. Saya bawa ke depan dekat videotron,” ujarnya.

Ahmad mengaku tidak mengetahui jika percikan flare mengenai seorang penonton perempuan. Menurutnya, ia tetap memegang flare hingga padam agar tidak memicu kebakaran di area lapangan.

“Ternyata ada percikannya jatuh kena perempuan. Saya tidak sadar di situ, saya tunggu sampai habis jangan sampai terbakar rumput,” katanya.

Ia juga mengakui sempat terjadi ketegangan setelah ada seseorang yang melempar benda ke arahnya. Menurut Ahmad, dirinya kemudian mendatangi korban dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Nanti saya lihat ada kena perempuan, saya simpan itu flare, saya datangi baru minta maaf. Saya jabat tangan, saya minta maaf. Walaupun itu bukan kesengajaan,” ungkapnya.

Video insiden tersebut kini beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat seorang pria membawa flare menyala menuju depan panggung, sementara asap tebal dan percikan api menyebar di sekitar penonton. Tak lama kemudian, tampak sebuah botol plastik dilempar ke arah pria tersebut sebelum terjadi adu mulut dengan sejumlah warga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *