Sedangkan pengamatan instrumental menunjukkan, gempa Gunung Marapi dalam 2 pekan terakhir didominasi oleh gempa tektonik jauh, berupa satu kali gempa vulkanik dalam, 13 kali gempa tektonik lokal, dan 45 kali gempa tektonik jauh.
Berdasarkan peta kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Marapi, terdapat potensi ancaman bahaya yang terbagi dalam 3 tingkatan, yaitu KRB III atau kawasan sumber erupsi, yaitu daerah puncak dan sekitarnya dalam radius 3 km. Kemudian, KRB II, yaitu kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, lahar, lontaran batu (pijar), dan hujan abu lebat, dengan radius 5 km dari pusat erupsi. Dan KRB I, adalah kawasan yang berpotensi dilanda lahar, banjir dan awan panas, dalam radius 7 km dari pusat erupsi.
Masyarakat yang ada di sekitar Gunung Marapi diimbau untuk tetap tenang, selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat. Jika terjadi hujan abu, masyarakat disarankan wajib memakai masker guna terhindar dari efek abu vulkanik bagi kesehatan, mengamankan sarana air bersih dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik agar tidak roboh.
“Masyarakat juga dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi maupun rekomendasi dari pemerintah melalui aplikasi atau situs jejaring Magma Indonesia,” katanya. /***













