Di samping itu, ada permintaan dari balai jalan nasional untuk sterilisasi area pembangunan dari lapak-lapak pedagang yang selama ini dianggap menjadi kendala. Hal itu untuk memudahkan alat berat bisa memasuki area perbaikan.
Lalu bersebelahan dengan longsor di jembatan Ramayana, ada pula longsoran TPT di sana yang diakibatkan gesernya aliran sungai karena bangunan yang mulai dipenuhi bangunan sejak 2003 lalu.
“Ada perubahan fungsi lahan, tadinya lahan bebas tidak ada bangunan, sekarang jalan Raya Tajur semenjak tahun 2001 dan 2003 mulai dipenuhi bangunan sehingga aliran sungai tergeser menyamping. Ada beberapa lahan milik warga terdampak dan ada yang Alhamdulillah penanganan TPT-nya akan dilaksanakan secara mandiri oleh warga. Kami ucapkan terima kasih,” urainya.
Untuk rekayasa lalu lintas yang masih diterapkan di jalur tersebut, Dedie menghimbau agar masyarakat bisa memilih alternatif lain ke arah Puncak ataupun Sukabumi, khususnya pengguna roda empat yang bisa mengambil jalur tol.
“Karena masih butuh waktu dua minggu untuk menangani ini. Kita coba kerja sama dengan instansi lain, untuk meminta mereka tidak menekan ke kota Bogor. Dishub juga kami perintahkan untuk membuat imbauan, untuk diarahkan masuk tol saja,” katanya. /***













