Momen HJB 544, Imigrasi Kota Bogor Buka Layanan Paspor saat Weekend

WhatsApp Image 2026 06 13 at 11.47.55
Kepala Seksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Perjalanan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Muhammad Yusfik Adhitya

DINEWS.ID – Memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor menggelar Layanan Paspor di Balai Kota Bogor selama dua hari pada akhir pekan, Sabtu (13/6/2026) dan Minggu (14/6/2026). Sesuai dengan angka usia ke-544 Kota Bogor, pihak imigrasi menyediakan kuota khusus sebanyak 544 layanan paspor bagi masyarakat umum.

​Menariknya, dalam kegiatan bertajuk “Imigrasi untuk Rakyat” ini, pihak imigrasi memberikan fasilitas paspor gratis khusus bagi warga yang hari ulang tahunnya bertepatan dengan HJB, yakni pada tanggal 3 Juni.

Selain itu, kuota paspor gratis juga dibagikan kepada pengunjung melalui berbagai kuis dan permainan menarik yang didukung langsung oleh Wali Kota Bogor selama acara berlangsung.

​Kepala Seksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Perjalanan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Muhammad Yusfik Adhitya, menjelaskan bahwa fasilitas bebas biaya ini murni bersifat apresiasi dengan syarat dan ketentuan berlaku.

​”Perlu kami luruskan bahwa layanan ini tidak sepenuhnya gratis untuk semua orang. Untuk proses permohonan reguler, mekanisme pendaftaran tetap berjalan secara prosedural menggunakan aplikasi M-Paspor dan melakukan pembayaran biaya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti biasa,” ujar Yusfik.

​Layanan paspor akhir pekan ini juga tidak bersifat eksklusif untuk warga Bogor saja. Kuota dibuka secara online sehingga masyarakat dari wilayah sekitar seperti Jakarta, Depok, dan Bekasi bisa ikut mendaftar. Dokumen yang wajib disiapkan pemohon pun tetap mengacu pada standar reguler, seperti KTP, KK, akta kelahiran, buku nikah, atau ijazah.

​Yusfik menambahkan, saat ini Imigrasi Bogor telah mengadopsi teknologi Paspor Elektronik (E-Paspor) yang dilengkapi chip mikrokomputer data biometrik. Teknologi ini mempermudah masyarakat melewati pintu otomatis (autogate) di berbagai bandara internasional tanpa harus mengantre di loket pemeriksaan manual.

​Sementara itu, Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi, Eko Budiyanto, menegaskan bahwa pembukaan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) serta program Paspor Simpatik pada akhir pekan ini merupakan wujud nyata komitmen instansinya dalam memahami kebutuhan riil masyarakat yang kerap terkendala alokasi waktu pada hari kerja.

​”Banyak warga yang harus bekerja pada hari biasa, anak-anak yang harus sekolah, atau mahasiswa yang terkendala jadwal kuliah. Dengan dibukanya layanan pada hari Sabtu dan Minggu, seluruh anggota keluarga bisa datang bersama tanpa mengorbankan kewajiban di hari kerja,” kata Eko.

Eko mengeaskan pogram ini diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan paspor untuk ibadah umrah, haji, serta kelompok lansia dengan keterbatasan fisik. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *