Seorang anggota TNI yang bertugas di lokasi kemudian turun tangan. Ia berhasil membujuk dan memeluk Enjo hingga akhirnya pria lanjut usia itu luluh dan bersedia kembali ke poliklinik untuk mendapat perawatan.
“Ada dua sapi besar di rumah yang menunggu belum diberi makan. Siapa yang memberi makan sapi saya kalau saya di sini?” ujar Enjo dengan logat Madura yang kental saat berbincang dengan anggota TNI.
Anggota TNI tersebut kemudian berjanji akan membantu mengurus dan memberi makan sapi milik Enjo. Setelah mendapat jaminan itu, Enjo kembali tenang dan memutuskan tetap berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan.
Saat ini, Enjo menjalani observasi dan perawatan khusus di Poliklinik Balai Besar Karantina Kesehatan (BPKK) Surabaya guna memastikan kondisinya sebelum diterbangkan ke Makkah.













