AI Kuasai Dunia Profesional? Riset Temukan LinkedIn Punya Konten Buatan Mesin Terbanyak

images 42

DINEWS.IDRiset perusahaan pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan (AI) Pangram Labs mengungkap bahwa lebih dari 40 persen unggahan panjang di LinkedIn, yakni konten dengan jumlah lebih dari 250 kata, dibuat sepenuhnya menggunakan AI.

Temuan tersebut menempatkan LinkedIn sebagai platform dengan proporsi konten AI tertinggi dalam penelitian Pangram Labs. Riset ini dilakukan terhadap lebih dari satu juta unggahan dari sejumlah platform, termasuk LinkedIn, X, Substack, Medium, dan Reddit.

“LinkedIn merupakan platform yang paling jenuh AI, dengan lebih dari 40 persen unggahan panjang ditandai sebagai konten yang sepenuhnya dibuat AI,” tulis Pangram Labs dalam laporannya, dikutip dari TechRadar, Selasa (14/7).

Secara keseluruhan, penelitian itu menemukan sekitar satu dari empat unggahan panjang di berbagai platform yang dianalisis terindikasi dibuat sepenuhnya oleh AI. Pangram Labs menyebut konten dengan format panjang memiliki kemungkinan lebih besar diproduksi menggunakan AI dibandingkan unggahan pendek.

Meski unggahan LinkedIn hanya menyumbang sekitar sepertiga dari total materi yang dianalisis, platform tersebut berkontribusi hampir dua pertiga atau 62 persen dari seluruh konten AI yang terdeteksi dalam penelitian tersebut.

Berbeda dengan LinkedIn, Substack menjadi platform yang paling sedikit terdampak penggunaan AI dalam pembuatan konten panjang. Artikel panjang di platform tersebut lebih jarang terindikasi dibuat menggunakan AI dibandingkan platform lain yang diteliti.

Sementara itu, jika konten gabungan antara tulisan manusia dan AI turut diperhitungkan, X menjadi platform dengan tingkat penggunaan AI tertinggi. Studi tersebut mencatat sebanyak 23,9 persen artikel di X dibuat sepenuhnya oleh AI, sedangkan 22,9 persen lainnya merupakan konten campuran antara AI dan manusia.

Adapun 53,2 persen artikel di X masih dikategorikan sebagai tulisan yang dibuat oleh manusia.

Pangram Labs menyatakan penggunaan AI dalam pembuatan konten kini menjadi fenomena yang terjadi di berbagai platform digital, terutama pada konten berdurasi panjang.

“Data kami menunjukkan konten buatan AI menjadi masalah di seluruh platform, dan dampaknya besar terutama pada konten panjang,” ujar Pangram Labs dalam laporan tersebut.

CEO sekaligus salah satu pendiri Pangram Labs, Max, mengatakan pengguna cenderung lebih terbuka menggunakan AI untuk membantu menyusun tulisan di ruang profesional yang terhubung dengan identitas asli, seperti LinkedIn. Penggunaan AI disebut lebih rendah pada platform yang bersifat lebih santai atau anonim.

“Tulisan AI kini menjadi masalah di seluruh media sosial,” kata Max. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *