Shorinji Kempo Kota Bogor Bidik Juara Umum, Targetkan 6 Medali Emas di Porprov XV Jabar 2026

Atlet Shorinji Kempo Kota Bogor bertanding dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB University.
Atlet Shorinji Kempo Kota Bogor bertanding dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB University. Dok: Istimewa

DINEWS.ID – Kontingen Shorinji Kempo Kota Bogor memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Dengan persiapan intensif dan pengalaman menjalani laga uji coba hingga ke Jepang, tim Kempo Kota Bogor optimistis mampu meraih enam hingga tujuh medali emas, melampaui target resmi yang ditetapkan pengurus cabang.

Pertandingan cabang olahraga Shorinji Kempo resmi dimulai di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB University, Kota Bogor, Jumat, 6 November 2026. Para kenshi atau atlet Kempo Kota Bogor pun mulai bersaing untuk memperebutkan medali dari sejumlah nomor pertandingan.

WhatsApp Image 2026 11 06 at 19.54.29

Perwakilan Bakti Shorinji Kempo Kota Bogor, Aryandi Sofyan, mengatakan persiapan para atlet telah dilakukan secara matang melalui pemusatan latihan intensif dalam jangka panjang. Persiapan tersebut mencakup peningkatan kemampuan fisik dan teknik, termasuk pengalaman bertanding melalui try out ke Jepang.

“Persiapan kami sudah sangat matang. Kami bahkan telah melaksanakan try out langsung ke Jepang.

Untuk target resmi pengcab kami menargetkan empat medali emas, tetapi secara internal kami optimistis bisa meraih enam hingga tujuh medali emas,” ujar Aryandi Sofyan di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB, Jumat, 6 November 2026.

Turunkan 15 Atlet di 13 Nomor Pertandingan

Pada Porprov XV Jabar 2026, Kota Bogor menerjunkan 15 kenshi terbaik yang akan berlaga di 13 nomor pertandingan. Kekuatan kontingen juga ditopang delapan atlet berpengalaman yang sebelumnya pernah tampil dalam ajang ekshibisi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Aryandi menyebut sejumlah nomor Embu atau peragaan jurus menjadi tumpuan Kota Bogor untuk mengumpulkan medali emas. Nomor tersebut meliputi Embu Berpasangan Campuran Yudansha 2 Dan, Embu Berpasangan Campuran Yudansha 1 Dan, Embu Tandoku Putri, Embu Tandoku Putra, Embu Beregu Campuran, serta Embu Berpasangan Putra Kyu Kenshi.

“Kami masih mengandalkan atlet-atlet berpengalaman eks PON tersebut, terutama di empat nomor pertandingan unggulan. Beberapa atlet juga kami turunkan di lebih dari satu nomor untuk memaksimalkan potensi medali,” terangnya.

Strategi menurunkan atlet pada lebih dari satu nomor menjadi salah satu upaya untuk memaksimalkan peluang kontingen Kota Bogor. Dengan komposisi atlet yang dimiliki, tim berharap dapat bersaing di sejumlah nomor unggulan.

3423

Kota Bandung Jadi Rival Terberat di Kategori Embu

Aryandi menilai persaingan pada Porprov XV Jabar 2026 berlangsung ketat. Untuk kategori Embu, kontingen Kota Bandung disebut menjadi rival terberat bagi Kota Bogor.

Sementara itu, persaingan pada kategori Randori atau pertarungan kontak fisik dinilai lebih merata. Kekuatan antarkontingen kabupaten dan kota di Jawa Barat dianggap relatif seimbang sehingga peluang setiap atlet masih terbuka.

Pertandingan saat ini masih memasuki babak penyisihan dengan menerapkan sistem double elimination atau eliminasi ganda. Dalam sistem tersebut, atlet yang mengalami satu kali kekalahan masih memiliki kesempatan melanjutkan pertandingan melalui jalur bracket kekalahan atau loser bracket.

Aryandi mengatakan evaluasi sementara menunjukkan satu atlet Kota Bogor telah mengamankan kemenangan. Sementara itu, satu atlet lainnya di kelas Randori 55–70 kilogram masih berada di loser bracket.

“Sistem double elimination memberikan dua kesempatan. Evaluasi sementara hari ini, satu atlet kita sudah mengamankan kemenangan dan satu atlet di kelas Randori 55–70 kg berada di lose bracket. Peluang meraih emas masih terbuka lebar,” tegas Aryandi.

Dengan masih berlangsungnya babak penyisihan, kontingen Kota Bogor berupaya menjaga peluang untuk mencapai target medali. Tim berharap pengalaman atlet serta persiapan yang telah dijalani dapat menjadi modal menghadapi persaingan hingga pertandingan berakhir.

Shorinji Kempo Berasal dari Jepang

Shorinji Kempo merupakan seni bela diri yang diciptakan oleh Doshin So atau So Doshin di Kota Tadotsu, Prefektur Kagawa, Jepang, pada 1947. Bela diri ini memadukan teknik pertahanan diri, olah fisik, sistem pernapasan, serta filosofi keharmonisan jiwa yang berlandaskan ajaran Zen.

Teknik dalam Shorinji Kempo mencakup Juho dan Gohoh. Perpaduan teknik tersebut menjadi bagian dari karakter bela diri yang tidak hanya menekankan kemampuan fisik, tetapi juga penguasaan teknik pertahanan diri.

Di Indonesia, Shorinji Kempo mulai berkembang pada 1966 setelah dibawa oleh tiga pemuda yang menyelesaikan pendidikan di Jepang, yakni Utin Sahras, Ginanjar Kartasasmita, dan Indra Kartasasmita.

Ketiganya kemudian mendirikan organisasi Persaudaraan Bela Diri Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) pada 2 Februari 1966. Sejak saat itu, olahraga bela diri asal Jepang tersebut berkembang di Indonesia dan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam berbagai ajang multievent nasional maupun internasional, termasuk SEA Games. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *