DINEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperketat kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk mengawal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2026. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kondisi darurat medis sekaligus mencegah terjadinya insiden fatal selama pertandingan berlangsung.
Perhatian terhadap keselamatan atlet semakin mengemuka setelah kabar meninggalnya dua atlet muda dalam ajang Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Kedua atlet tersebut adalah Syabilla Rizkia Putri Raharja (19), atlet selam asal Jepara, dan Ayudiah Rivana Tridiandinata (19), atlet pencak silat asal Semarang.
Belajar dari peristiwa tersebut, Pemkot Bogor memastikan kesiapan personel dan fasilitas medis di setiap lokasi pertandingan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor bersama tim medis gabungan untuk menyiagakan tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan menangani kondisi darurat olahraga.
Sebanyak 280 tenaga medis disiapkan untuk mengawal pelaksanaan 28 cabang olahraga (cabor), termasuk tiga cabor yang dipertandingkan di luar wilayah Kota Bogor.
“Tentu kita tidak menginginkan hal-hal kedaruratan atau insiden fatal terjadi. Makanya, dari 28 cabang olahraga yang diselenggarakan di Kota Bogor, saya meminta tim medis yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan untuk betul-betul memastikan kesiagaan dan ketersediaan sarana prasarana penunjang medis,” tegas Dedie A. Rachim, Senin (2/11/2026).
Dedie menekankan, keberadaan tenaga medis di lokasi pertandingan tidak boleh sekadar menjadi formalitas. Personel yang bertugas harus memiliki kompetensi untuk menangani berbagai kondisi kedaruratan yang mungkin dialami atlet selama bertanding.
Penanganan cepat menjadi salah satu hal penting, terutama ketika atlet mengalami benturan fisik, cedera, maupun kelelahan ekstrem. Karena itu, kesiapan petugas perlu didukung ketersediaan sarana dan prasarana medis yang memadai.
“Kecepatan penanganan serta kompetensi petugas harus dipastikan mampu menangani segala bentuk kedaruratan di bidang keolahragaan. Kita ingin mengantisipasi dan menangani segala bentuk cedera atau insiden secepat mungkin demi keamanan para atlet,” ujarnya.
Dengan menyiagakan 280 tenaga medis, Pemkot Bogor berupaya memastikan layanan kesehatan tersedia selama pertandingan berlangsung. Pengawalan tersebut mencakup seluruh 28 cabor yang menjadi bagian dari penyelenggaraan Porprov XIV Jawa Barat 2026.
Kesiapan tim kesehatan diharapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat di arena pertandingan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor menjaga keselamatan atlet dan seluruh kontingen yang berkompetisi. (Yis)













