DINEWS.ID — Nama Raffi Ahmad tengah menjadi sorotan publik setelah kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Jakarta menuai kontroversi. Polemik tersebut memicu gelombang penolakan di media sosial hingga merembet ke acara RANS Carnival di Yogyakarta.
Dampaknya, sejumlah musisi yang dijadwalkan tampil memilih mundur. Pelaku UMKM yang semula ikut meramaikan festival tersebut juga dikabarkan menarik diri.
Di tengah gelombang boikot itu, saham bisnis yang dibangun Raffi Ahmad bersama Nagita Slavina melalui RANS Entertainment juga mengalami penurunan. Saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk dengan kode RANS tercatat anjlok 36,47 persen dibandingkan harga penawaran perdana atau IPO.
Berawal dari Kontroversi Deklarasi Sumpah Pemuda
Polemik yang menyeret Raffi Ahmad bermula dari kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Jakarta pada 29 Oktober 2026.
Acara tersebut menjadi perbincangan setelah muncul pengakuan seorang peserta yang menyebut dirinya bukan mahasiswa, tetapi mengenakan atribut almamater dan dibayar untuk mengikuti kegiatan deklarasi.
Kabar tersebut memicu pertanyaan publik mengenai pelaksanaan acara dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Kehadiran Raffi Ahmad dalam kegiatan itu pun ikut menuai kritik.
Menanggapi polemik tersebut, Raffi memberikan klarifikasi. Ia menyatakan datang sebagai tamu undangan dan mengaku baru menerima undangan pada malam sebelum acara berlangsung.
Raffi juga menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui persoalan teknis mengenai pengerahan peserta. Namun, penjelasan tersebut tidak serta-merta menghentikan kritik yang berkembang di media sosial.
Boikot Merembet ke RANS Carnival di Yogyakarta
Gelombang penolakan kemudian merembet ke RANS Carnival yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Festival yang diselenggarakan oleh RANS Entertainment tersebut menghadirkan hiburan musik, wahana, serta bazar UMKM.
Sejumlah musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil memutuskan mundur. Nama-nama yang disebut membatalkan penampilan antara lain Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes.
Pengunduran diri para musisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi menjelang pelaksanaan acara. Penolakan juga dikabarkan datang dari pelaku UMKM yang semula berencana membuka tenant di lokasi festival.
Bahkan, laporan RMOL Jawa Tengah menyebut sekitar 95 persen tenant UMKM memilih mundur dari kegiatan tersebut.
Situasi di lokasi juga menjadi sorotan. Berdasarkan laporan pantauan pada Sabtu, 31 Oktober 2026 sekitar pukul 11.30 WIB, suasana festival terlihat relatif sepi. Hanya beberapa stan makanan yang dilaporkan masih beroperasi.
Meski demikian, tidak seluruh tenant membatalkan keikutsertaan. Sejumlah pelaku usaha tetap bertahan dan membuka lapak di area acara.
Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana kontroversi yang melibatkan figur publik dapat merembet ke kegiatan bisnis dan pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraannya.
Saham RANS Anjlok 36,47 Persen
Di tengah polemik dan seruan boikot tersebut, saham perusahaan yang berkaitan dengan bisnis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina juga menjadi perhatian.
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk, perusahaan yang membawa nama RANS ke pasar modal, mencatatkan saham dengan kode RANS di Bursa Efek Indonesia.
Harga penawaran perdana saham RANS berada di level Rp170 per lembar. Namun, berdasarkan data perdagangan yang menjadi rujukan pemberitaan, harga sahamnya tercatat berada di level Rp108 pada 30 Oktober 2026.
Dengan demikian, saham RANS mengalami penurunan sekitar 36,47 persen dibandingkan harga IPO.
Jika dibandingkan dengan level tertinggi yang sempat mencapai Rp314 per saham, penurunannya bahkan lebih dalam.
Pergerakan saham tersebut menambah sorotan terhadap bisnis Raffi Ahmad di tengah kontroversi yang sedang berlangsung.
Meski terjadi dalam waktu berdekatan, belum ada bukti yang memastikan bahwa gelombang boikot RANS Carnival menjadi penyebab langsung penurunan harga saham. Pergerakan saham dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi perusahaan dan sentimen pasar.
Namun, rangkaian peristiwa ini membuat nama Raffi Ahmad dan bisnis yang dibangunnya bersama Nagita Slavina kembali menjadi perhatian publik.
Dari kontroversi sebuah deklarasi, seruan boikot, mundurnya sejumlah pengisi acara, hingga penurunan saham perusahaan, persoalan tersebut menjadi ujian tersendiri bagi citra dan kepercayaan terhadap bisnis hiburan milik pasangan selebritas itu.








