Daerah  

Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Diuji Coba, Sabtu Bisa Dilintasi Warga

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau uji coba teknis trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Bogor Selatan.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau uji coba teknis trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Bogor Selatan. Dok: Istimewa

Trase baru Jalan Saleh Danasasmita, kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mulai menjalani uji coba teknis pada Selasa, 27 Oktober 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, jalan yang sebelumnya ditutup hampir satu setengah tahun itu ditargetkan bisa dilintasi masyarakat mulai Sabtu, 31 Oktober 2026.

Peninjauan uji coba dilakukan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Kapolresta Bogor Kota, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta tim pelaksana proyek.

Jalan tersebut sebelumnya ditutup selama hampir satu setengah tahun akibat pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Underpass Batutulis. Kini, sebelum kembali dibuka untuk masyarakat, pemerintah melakukan pemeriksaan teknis guna memastikan kondisi jalur dan konektivitasnya dengan struktur underpass.

WhatsApp Image 2026 10 27 at 14.15.22

Dedie menjelaskan, uji coba tersebut difokuskan pada dua aspek utama, yakni keandalan fisik bangunan serta kelancaran konektivitas antara struktur underpass PSN dan trase baru yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tahapan uji coba dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, 30 Oktober 2026, bertepatan dengan target penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST). Apabila sesuai rencana, masyarakat dapat menggunakan jalan tersebut pada hari berikutnya meskipun peresmian resmi belum dilaksanakan.

“Hari Jumat itu target BAST, sehingga hari Sabtunya jalan ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat secara umum meskipun belum diresmikan,” kata Dedie kepada wartawan, Selasa, 27 Oktober 2026.

Sementara itu, peresmian resmi diperkirakan menunggu jadwal Gubernur Jawa Barat pada kisaran 17 hingga 20 November 2026. Pemerintah juga masih menuntaskan penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Barat.

Selama masa uji coba, pengaturan lalu lintas masih menerapkan sistem buka-tutup secara bertahap. Skema tersebut dilakukan dalam masa transisi sebelum jalan digunakan secara umum.

Kapolresta Bogor Kota bersama Satuan Lalu Lintas turut memeriksa sejumlah fasilitas pendukung keselamatan. Pemeriksaan mencakup penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya dan penyelesaian marka jalan yang diperlukan bagi pengguna jalur tersebut.

WhatsApp Image 2026 10 27 at 14.15.21

Dari hasil peninjauan di sepanjang trase, Pemkot Bogor menemukan beberapa catatan teknis yang perlu segera diselesaikan pelaksana proyek sebelum target serah terima. Salah satunya adalah perapihan sambungan pengaspalan pada bagian pelebaran jalan agar tersambung dengan baik ke konstruksi lama.

Selain itu, terdapat tiang listrik milik PT PLN yang posisinya agak menjorok ke badan jalan. Pemkot Bogor melalui Sekretaris Daerah telah berkoordinasi dengan pihak PLN terkait rencana pemindahan tiang tersebut.

Dedie menjelaskan bahwa keberadaan tiang itu tidak secara langsung mengganggu lalu lintas. Namun, penyesuaian tetap perlu dikoordinasikan dengan PLN karena pekerjaan pemindahan berada dalam kewenangan perusahaan tersebut dan menunggu alokasi anggaran.

“Terkait tiang listrik sebetulnya tidak mengganggu lalu lintas secara langsung dan itu ranah pekerjaan PLN. Kami sudah informasikan agar disesuaikan setelah ada alokasi anggaran. Tujuan kami turun ke lapangan hari ini adalah mengecek detail seperti sambungan aspal dengan konstruksi lama agar segera dikerjakan,” tegas Dedie.

Selain memastikan kesiapan jalan, Pemkot Bogor juga menyoroti potensi penyalahgunaan kawasan setelah trase baru dibuka. Pemandangan alam di sekitar Batutulis dikhawatirkan menarik aktivitas berkumpul maupun kegiatan berjualan tanpa izin yang berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas.

Dedie menegaskan bahwa kawasan tersebut diperuntukkan sebagai jalur perlintasan kendaraan, bukan sebagai tempat wisata atau lokasi berdagang. Ia meminta jajaran camat, lurah, Satpol PP, pengurus RT/RW, hingga Karang Taruna ikut mengawasi kawasan tersebut.

“Saya sudah sampaikan instruksi tegas ke para Camat. Kalau masih ada yang jualan di atas trotoar, apalagi yang jualan menggunakan mobil atau motor, angkat saja! Tidak ada toleransi. Pembangunan trotoar ini untuk pejalan kaki dan menjaga ketertiban Kota Bogor,” ujar Dedie.

Di sisi lain, pemerintah juga menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai kondisi dinding penahan tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di sekitar Stasiun Batutulis. Dedie mengonfirmasi telah berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian terkait persoalan tersebut.

Menurut Dedie, pihak kementerian memastikan konstruksi penahan di area atas telah mendapatkan penanganan khusus dan dinyatakan aman untuk dilintasi.

Dengan rangkaian pemeriksaan yang masih berlangsung, Pemkot Bogor menargetkan trase baru Jalan Saleh Danasasmita dapat digunakan masyarakat pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Namun, pembukaan tersebut tetap bergantung pada penyelesaian tahapan uji coba dan target serah terima yang telah dijadwalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *