DINEWS.ID – Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Adhitya Panji Anom menegaskan komitmennya memperkuat keterbukaan informasi dan komunikasi dengan insan pers. Komitmen tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor di Jalan Tirto Adhi Suryo, Kamis (22/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Adhitya datang bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Bogor Kota, di antaranya Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Narkoba, serta Kasi Humas. Rombongan disambut langsung Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi, yang akrab disapa Kang Aldho, bersama jajaran pengurus organisasi.
Adhitya mengungkapkan, PWI Kota Bogor menjadi organisasi wartawan pertama yang dikunjunginya secara resmi sejak menjabat sebagai Kapolresta Bogor Kota. Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan memperkuat sinergi antara kepolisian dan media.
Menurutnya, hubungan yang baik dengan insan pers menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa jurnalis profesional memiliki peran dalam menyajikan berita faktual dan terverifikasi, terutama di tengah maraknya penyebaran hoaks dan konten citizen journalism yang tidak selalu melalui proses penyuntingan editorial.
Adhitya juga memberikan arahan kepada jajaran Humas Polresta Bogor Kota agar lebih terbuka dan tanggap terhadap kebutuhan informasi media. Ia meminta setiap pertanyaan maupun konfirmasi dari wartawan ditanggapi secepat mungkin agar komunikasi antara kepolisian dan pers berjalan lancar.
“Sesuai kebijakan pimpinan, kami memaksimalkan fungsi Humas untuk pemberian informasi keluar. Kasi Humas harus mulai mencintai pekerjaannya dan membangun komunikasi yang baik dengan rekan-rekan jurnalis. Sebisa mungkin saat ada pertanyaan dari media, harus ada respons secepatnya. Tidak boleh ada sumbatan komunikasi,” tegas Kombes Pol. Adhitya Panji Anom.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran Humas sebagai penghubung antara institusi kepolisian dan masyarakat melalui media. Respons yang cepat terhadap konfirmasi wartawan diharapkan dapat membantu penyampaian informasi yang lebih jelas sekaligus mengurangi risiko beredarnya kabar yang belum terverifikasi.
Perkuat Kolaborasi Tangkal Hoaks
Selain membahas keterbukaan informasi, Adhitya menyoroti pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan media dalam menghadapi penyebaran hoaks. Ia membedakan proses kerja wartawan profesional dengan citizen journalism yang, dalam sejumlah kasus, tidak memiliki mekanisme penyuntingan dan verifikasi seperti di ruang redaksi media.
“Berbeda dengan citizen journalism di mana kerap tidak ada editor, wartawan PWI melalui proses penyaringan dan verifikasi sebelum berita naik. Ke depan kita harus berkolaborasi menghadapi maraknya citizen journalism dan hoaks,” tambahnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks ini, media berperan memeriksa dan menyajikan informasi melalui proses jurnalistik, sedangkan kepolisian menjadi salah satu sumber informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.
Adhitya juga mengajak media untuk turut menyosialisasikan layanan aduan darurat Hotline 110. Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan mengetahui saluran yang dapat digunakan untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian.
Paparkan Program Keamanan dan Ketertiban
Dalam pertemuan itu, Adhitya turut memaparkan komitmen Polresta Bogor Kota dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat atau Harkamtibmas. Salah satu pendekatan yang disebutkan ialah program “Polisi Bersama Masyarakat”, yang mencakup kegiatan Jumat Keliling (Jumling), Subuh Keliling (Subling), hingga Minggu Kasih.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Melalui kegiatan yang melibatkan warga, kepolisian berupaya menjaga hubungan serta membahas dinamika keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.
Adhitya juga menyampaikan perhatian terhadap penindakan premanisme jalanan dan penertiban debt collector atau yang dikenal dengan sebutan “Mata Elang” yang meresahkan warga.
Isu tersebut turut menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai kondisi keamanan di wilayah Kota Bogor. Sinergi dengan media diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi mengenai upaya kepolisian sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai persoalan keamanan dan ketertiban.
PWI Apresiasi Kemitraan dengan Polresta Bogor Kota
Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolresta Bogor Kota beserta jajaran. Ia menilai kehadiran pimpinan kepolisian tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus menunjukkan iktikad membangun kemitraan dengan organisasi wartawan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Kapolresta Bogor Kota yang baru beserta jajaran. Ini merupakan bentuk penghormatan dan kemitraan yang luar biasa bagi PWI Kota Bogor,” ungkap Kang Aldho.
Dalam kesempatan yang sama, Herman memperkenalkan sejumlah program unggulan PWI Kota Bogor. Di antaranya kegiatan Jumat Sehat dan layanan pengoperasian ambulans gratis yang disebut sebagai layanan pertama di Indonesia yang dikelola langsung oleh organisasi pers.
Pengenalan program tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus penyampaian kegiatan organisasi kepada jajaran Polresta Bogor Kota. PWI tidak hanya menjalankan peran sebagai organisasi wartawan, tetapi juga memiliki program yang ditujukan untuk mendukung kegiatan sosial bagi masyarakat.
Pertemuan antara jajaran Polresta Bogor Kota dan PWI Kota Bogor kemudian diakhiri dengan pemetaan dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah setempat serta sesi foto bersama.
Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan insan pers. Keterbukaan informasi, respons terhadap konfirmasi wartawan, serta kolaborasi dalam menghadapi hoaks menjadi sejumlah hal yang ditekankan dalam pertemuan tersebut.













