DINEWS.ID – Film horor punya cara unik untuk membuat orang ketakutan sekaligus penasaran. Ada yang menonton sambil menutup mata, memeluk bantal, atau sesekali mengintip layar karena tidak tahan dengan adegan menegangkan. Anehnya, setelah dibuat takut, banyak penonton justru mencari film horor lain untuk ditonton.
Popularitas genre ini terlihat dari kesuksesan sejumlah film di berbagai negara. Film It (2017), misalnya, meraup pendapatan lebih dari US$700 juta di box office global dan tercatat sebagai salah satu film horor dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, film seperti The Conjuring, The Sixth Sense, dan Pengabdi Setan juga memiliki tempat tersendiri di kalangan penggemar horor.
Di Indonesia, film horor kerap memanfaatkan kisah hantu, mitos, ritual, dan kepercayaan yang sudah akrab dalam kehidupan masyarakat. Sementara itu, film dari Jepang, Korea Selatan, Thailand, hingga Amerika Serikat menawarkan pendekatan yang berbeda, mulai dari teror psikologis sampai kemunculan makhluk mengerikan.
Lantas, apa yang membuat film horor begitu digemari? Apa saja film horor terlaris dan populer dari berbagai negara, serta bagaimana dampaknya jika genre ini terlalu sering ditonton?
Film Horor Terlaris Sepanjang Masa
Pendapatan box office menjadi salah satu cara untuk melihat keberhasilan sebuah film. Namun, film dengan pendapatan terbesar belum tentu menjadi film yang paling menakutkan bagi semua penonton. Popularitas juga dipengaruhi cerita, karakter, promosi, ulasan, dan seberapa kuat film tersebut melekat dalam ingatan penontonnya.
Berikut beberapa film yang dikenal luas dan memiliki pendapatan global besar.
1. It (2017)
Film It mengangkat kisah sekelompok anak yang berhadapan dengan makhluk menyeramkan bernama Pennywise, yang kerap muncul dalam wujud badut. Di balik penampilannya, Pennywise menyimpan ancaman yang memanfaatkan ketakutan para korbannya.
Film adaptasi novel Stephen King ini meraih pendapatan global lebih dari US$700 juta. Keberhasilannya tidak hanya ditopang sosok Pennywise yang ikonik, tetapi juga perpaduan horor, persahabatan, dan kisah masa kecil yang penuh ancaman.
Menurut Guinness World Records, It tercatat sebagai film horor dengan pendapatan box office global tertinggi berdasarkan data yang dipublikasikan pada Januari 2025. Angka pendapatan dan posisi film dapat berubah mengikuti pembaruan pencatatan box office.
2. The Sixth Sense (1999)
Tidak semua film horor mengandalkan penampakan mendadak atau adegan berdarah. The Sixth Sense membuktikan bahwa misteri dan ketegangan psikologis juga bisa menarik perhatian penonton dalam jumlah besar.
Film ini bercerita tentang seorang anak yang mengaku dapat melihat orang mati dan seorang psikolog anak yang berusaha memahami pengalamannya. Ceritanya dibangun secara perlahan hingga menghadirkan kejutan yang menjadi salah satu bagian paling dikenang dari film tersebut.
Dengan pendapatan global sekitar US$673 juta, The Sixth Sense termasuk film horor berpendapatan tertinggi sepanjang masa.
3. I Am Legend (2007)
Dibintangi Will Smith, I Am Legend mengikuti perjuangan seorang penyintas di New York setelah wabah mengubah sebagian besar manusia menjadi makhluk berbahaya.
Film ini memadukan horor, fiksi ilmiah, dan drama. Ketegangan tidak hanya datang dari ancaman makhluk yang berkeliaran, tetapi juga dari kesendirian tokoh utama dalam menghadapi dunia yang telah berubah.
Pendapatan globalnya mencapai sekitar US$585 juta. Meski sering dimasukkan ke dalam daftar film horor berpendapatan tinggi, klasifikasi film ini juga berkaitan erat dengan genre fiksi ilmiah dan pasca-apokaliptik.
4. World War Z (2013)
Film yang dibintangi Brad Pitt ini mengangkat situasi ketika wabah mengubah manusia menjadi gerombolan makhluk agresif. Tokoh utamanya harus berpacu dengan waktu untuk mencari cara menghentikan penyebaran wabah tersebut.
Dengan skala cerita yang luas, adegan aksi, dan ketegangan yang terus meningkat, World War Z meraih pendapatan global sekitar US$540 juta.
Film ini menunjukkan bahwa horor tidak selalu harus berlangsung di rumah tua atau tempat gelap. Ancaman berskala global pun dapat menjadi sumber ketakutan yang kuat.
5. The Conjuring: Last Rites (2025)
Waralaba The Conjuring dikenal melalui kisah penyelidikan kejadian supernatural yang dikaitkan dengan pasangan Ed dan Lorraine Warren. Seri ini memiliki penggemar tersendiri berkat atmosfer mencekam, rumah berhantu, dan cerita yang memadukan keluarga dengan teror gaib.
The Conjuring: Last Rites menjadi salah satu film horor berpendapatan besar pada 2025. Keberhasilannya memperlihatkan bahwa waralaba horor yang sudah dikenal dapat terus menarik penonton, terutama ketika menghadirkan kembali karakter dan dunia cerita yang familiar.
Daftar ini bukan ukuran mutlak film horor terbaik. Angka pendapatan box office juga belum disesuaikan dengan inflasi, sehingga film yang dirilis puluhan tahun lalu tidak bisa dibandingkan hanya berdasarkan nominal pendapatannya.
Film Horor Populer dari Berbagai Negara
Setiap negara mempunyai cara tersendiri dalam menerjemahkan ketakutan ke layar lebar. Ada yang mengandalkan cerita hantu dan kutukan, ada pula yang bermain dengan trauma, misteri, atau ancaman dari manusia itu sendiri.
Berikut beberapa contoh film horor yang dikenal luas dari berbagai negara.
Indonesia: Pengabdi Setan (2017)
Film karya Joko Anwar ini menghadirkan teror yang bermula dari keluarga dan kejadian misterius di sebuah rumah. Nuansa lokal, hubungan keluarga, serta sosok gaib menjadi bagian penting yang membuat film ini menarik perhatian penonton Indonesia.
Jepang: Ringu (1998)
Film ini terkenal dengan kisah rekaman video terkutuk yang membawa ancaman bagi siapa pun yang menontonnya. Ringu memperlihatkan bahwa suasana sunyi, misteri, dan ketegangan yang dibangun perlahan bisa terasa sama mengerikannya dengan adegan yang mengejutkan.
Korea Selatan: The Wailing (2016)
Film ini memadukan misteri, kejadian aneh di sebuah desa, dan unsur supernatural. Ceritanya membuat penonton terus bertanya-tanya tentang sumber ancaman yang sebenarnya.
Thailand: Shutter (2004)
Shutter mengisahkan kejadian misterius yang berkaitan dengan foto-foto yang diambil oleh tokoh utamanya. Film ini memanfaatkan rasa penasaran terhadap sesuatu yang tidak terlihat secara langsung, tetapi perlahan muncul melalui gambar.
Amerika Serikat: The Conjuring (2013)
Film ini menghadirkan keluarga yang mengalami gangguan supernatural dan meminta bantuan penyelidik paranormal. Rumah, suara, dan penampakan menjadi unsur penting dalam membangun ketegangan.
Australia: The Babadook (2014)
Berbeda dari film yang mengandalkan kejutan visual, The Babadook menggunakan sosok mengerikan untuk mengeksplorasi ketakutan dan tekanan emosional dalam kehidupan keluarga.
Contoh-contoh tersebut memperlihatkan bahwa horor tidak selalu identik dengan hantu. Ketakutan juga dapat muncul dari misteri yang belum terpecahkan, ancaman yang sulit dikendalikan, atau kondisi psikologis yang membuat seseorang merasa tidak aman.
Apa Sebenarnya Film Horor?
Film horor adalah genre yang dirancang untuk membangkitkan rasa takut, cemas, tegang, atau tidak nyaman melalui cerita, suasana, visual, dan suara.
Ketika menonton adegan menegangkan, penonton dapat merasakan jantung berdebar, otot menegang, atau keinginan untuk menghindar. Respons tersebut merupakan reaksi tubuh terhadap ancaman yang dipersepsikan, meskipun penonton mengetahui bahwa kejadian di layar merupakan bagian dari cerita.
Justru di sinilah daya tarik film horor bagi sebagian orang. Mereka dapat merasakan sensasi takut tanpa harus menghadapi bahaya yang sama secara langsung.
Namun, respons setiap orang berbeda. Ada yang menikmati ketegangan tersebut, ada yang merasa biasa saja, dan ada pula yang bisa terus teringat pada adegan tertentu setelah film berakhir.
Jenis-Jenis Film Horor yang Perlu Diketahui
Film horor memiliki beberapa subgenre dengan karakteristik yang berbeda.
Horor supernatural mengandalkan hantu, iblis, kutukan, atau kejadian di luar penjelasan logis. Contohnya Pengabdi Setan dan The Conjuring.
Horor psikologis membangun ketakutan melalui trauma, paranoia, dan ketidakpastian. Penonton sering dibuat mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Contohnya The Babadook.
Horor slasher berpusat pada pembunuh yang memburu korbannya. Ancaman fisik dan adegan pengejaran menjadi bagian penting. Contohnya Halloween dan Scream.
Horor gore dan body horror menonjolkan luka, darah, atau perubahan tubuh yang mengganggu. Jenis ini cenderung tidak cocok bagi penonton yang sensitif terhadap kekerasan visual.
Horor makhluk atau monster menghadirkan ancaman dari makhluk berbahaya, hewan, atau entitas misterius. Contohnya Alien dan Jaws, yang juga memiliki unsur fiksi ilmiah atau thriller.
Horor found footage dibuat seolah-olah berasal dari rekaman nyata yang ditemukan setelah suatu kejadian. Contohnya The Blair Witch Project dan Gonjiam: Haunted Asylum.
Perbedaan tersebut membuat pengalaman menonton horor tidak selalu sama. Penonton yang tidak menyukai penampakan hantu mungkin lebih tertarik pada misteri psikologis, sedangkan penggemar ketegangan ekstrem bisa memilih jenis yang lebih intens.
Mengapa Orang Suka Menonton Film Horor?
Ada yang menonton film horor untuk mencari sensasi, ada pula yang tertarik pada misteri dan jalan ceritanya. Bagi sebagian orang, ketegangan justru menjadi bagian paling menyenangkan.
Menonton bersama teman atau keluarga juga dapat membuat pengalaman terasa berbeda. Saat adegan menegangkan muncul, reaksi spontan seperti berteriak, tertawa karena kaget, atau saling menggoda setelahnya dapat menjadi pengalaman sosial yang menyenangkan.
Selain itu, film horor sering menghadirkan teka-teki yang membuat penonton ingin terus mengikuti cerita. Mereka mencoba menebak siapa pelaku sebenarnya, dari mana sebuah kutukan berasal, atau bagaimana tokoh utama dapat keluar dari situasi berbahaya.
Meski demikian, menyukai film horor bukan berarti seseorang pasti lebih berani. Begitu pula, tidak menyukai film horor bukan berarti seseorang penakut. Preferensi tontonan dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk pengalaman, kepribadian, dan kenyamanan emosional.
Dampak Terlalu Sering Menonton Film Horor
Menonton film horor sesekali tidak otomatis membahayakan kesehatan mental. Akan tetapi, jika tontonan membuat seseorang terus merasa takut, sulit tidur, atau tidak nyaman menjalani aktivitas sehari-hari, kebiasaan tersebut patut dievaluasi.
Berikut beberapa dampak yang mungkin dialami sebagian penonton.
1. Sulit tidur dan terbawa mimpi buruk
Pernah merasa suasana kamar berbeda setelah menonton film horor? Bayangan di sudut ruangan atau suara kecil pada malam hari bisa terasa lebih mengganggu daripada biasanya.
Sebagian orang mungkin terus mengingat adegan menakutkan hingga sulit tidur atau mengalami mimpi buruk. Kondisi ini tidak dialami semua penonton, tetapi dapat terjadi pada orang yang sensitif terhadap konten tertentu.
2. Rasa cemas yang bertahan setelah film selesai
Ketakutan kadang tidak langsung hilang ketika layar dimatikan. Ada orang yang menjadi lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, takut berada sendirian, atau membayangkan kemungkinan buruk setelah menonton.
Jika rasa takut hanya berlangsung sebentar, hal itu dapat menjadi respons sementara. Namun, jika kecemasan menetap dan mengganggu rutinitas, sebaiknya berikan jeda dari tontonan yang memicu ketidaknyamanan.
3. Tubuh menjadi tegang
Adegan mengejutkan dapat membuat jantung berdetak lebih cepat, napas berubah, dan otot menegang. Respons tersebut merupakan bagian dari mekanisme tubuh saat menghadapi ancaman yang dipersepsikan.
Biasanya kondisi akan mereda setelah ketegangan berakhir. Meski begitu, tontonan yang terlalu intens mungkin terasa tidak nyaman bagi orang yang sedang lelah atau mengalami stres.
4. Anak-anak bisa lebih mudah terbawa suasana
Anak-anak belum tentu memiliki kemampuan yang sama dengan orang dewasa dalam memahami perbedaan antara cerita fiksi dan ancaman nyata. Adegan tertentu dapat membuat mereka takut tidur sendiri, menghindari ruangan gelap, atau terus memikirkan tokoh yang menakutkan.
Karena itu, orang tua perlu memperhatikan klasifikasi usia, isi film, dan reaksi anak. Jangan memaksa anak menonton hanya karena anggota keluarga lain merasa film tersebut biasa saja.
5. Waktu tidur dan aktivitas terganggu
Menonton film horor hingga larut malam dapat mengurangi waktu tidur. Jika kebiasaan tersebut berulang, dampaknya bisa terasa pada konsentrasi, suasana hati, dan produktivitas keesokan harinya.
Dalam situasi ini, persoalannya bukan hanya genre film, tetapi juga durasi menonton dan kebiasaan yang menyertainya.
Apakah Film Horor Selalu Berdampak Buruk?
Tidak selalu. Bagi sebagian orang, film horor merupakan hiburan yang menyenangkan dan memberikan kesempatan untuk merasakan ketegangan dalam situasi terkendali.
Ada pula penonton yang menikmati misteri, alur cerita, atau pengalaman menonton bersama orang lain. Namun, manfaat tersebut tidak berlaku sama bagi semua orang.
Yang perlu diperhatikan adalah respons setelah menonton. Jika seseorang tetap merasa nyaman, dapat tidur dengan baik, dan tidak terganggu dalam menjalani aktivitas, tidak ada alasan untuk langsung menganggap kebiasaan menonton film horor sebagai masalah.
Sebaliknya, ketika rasa takut mulai mengganggu tidur, memicu kecemasan berkepanjangan, atau membuat seseorang menghindari aktivitas normal, mengurangi atau menghentikan tontonan sementara bisa menjadi langkah yang lebih baik.
Tips Menikmati Film Horor tanpa Mengganggu Kenyamanan
Agar pengalaman menonton tetap menyenangkan, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:
- Pilih film sesuai usia dan kesiapan emosional.
- Jangan memaksakan diri menonton jika sudah merasa terlalu takut.
- Beri jeda sebelum tidur jika film membuat pikiran sulit tenang.
- Hindari kebiasaan menonton sampai mengurangi waktu istirahat.
- Dampingi anak saat memilih tontonan dan perhatikan reaksinya.
- Jika gangguan tidur atau kecemasan terus berlanjut, pertimbangkan mencari bantuan profesional.
Pada akhirnya, film horor menawarkan lebih dari sekadar hantu dan adegan mengejutkan. Genre ini berkembang melalui cerita, budaya, misteri, dan cara manusia menghadapi ketakutan.
Kesuksesan It, The Sixth Sense, The Conjuring, hingga Pengabdi Setan menunjukkan bahwa ketakutan dapat menjadi daya tarik hiburan yang kuat. Namun, setiap penonton memiliki batas kenyamanan masing-masing.
Jadi, tidak masalah jika kamu menikmati film horor atau justru memilih menjauhinya. Yang terpenting, tontonan tetap menjadi hiburan, bukan sumber ketakutan yang mengganggu kehidupan sehari-hari.













