Gurihnya Bikin Penasaran! Rahasia Soto Betawi yang Pernah Masuk 3 Besar Sup Dunia

Soto Betawi berkuah rempah, hidangan khas Jakarta yang menempati peringkat ketiga dalam daftar sup dunia versi TasteAtlas.
Soto Betawi berkuah rempah, hidangan khas Jakarta yang menempati peringkat ketiga dalam daftar sup dunia versi TasteAtlas. Dok: TasteAtlas

DINEWS.ID – Dari semangkuk soto yang akrab di meja makan masyarakat Indonesia, kuliner khas Betawi berhasil mencuri perhatian di panggung kuliner internasional. Perpaduan kuah gurih, aroma rempah, potongan daging sapi, dan pelengkap yang beragam membuat Soto Betawi memiliki karakter rasa yang berbeda dari banyak hidangan berkuah lainnya.

Pada September 2026, Soto Betawi menempati peringkat ketiga dalam daftar sup terbaik dunia versi TasteAtlas, dengan rating sekitar 4,4 dari 5. Pencapaian ini menambah daftar kuliner Nusantara yang menarik perhatian pencinta makanan dari berbagai negara.

TasteAtlas merupakan platform yang mendokumentasikan hidangan tradisional dari berbagai belahan dunia. Pemeringkatannya disusun berdasarkan penilaian pengguna, sehingga hasilnya perlu dipahami sebagai gambaran apresiasi terhadap makanan, bukan penetapan mutlak bahwa satu hidangan secara objektif lebih baik daripada semua sup lainnya.

Lantas, apa yang membuat Soto Betawi begitu istimewa hingga mendapat tempat di antara sup dari berbagai negara?

1. Perpaduan Santan, Rempah, dan Daging yang Menjadi Ciri Khas

Salah satu daya tarik utama Soto Betawi terletak pada kuahnya. Berbeda dari soto yang menggunakan kaldu bening, Soto Betawi dikenal dengan kuah gurih yang umumnya menggunakan santan. Sejumlah variasi juga memadukan santan dengan susu, menghasilkan tekstur yang lebih creamy.

Karakter tersebut membuat setiap suapan terasa kaya. Rasa gurih dari kuah berpadu dengan aroma rempah yang hangat, menciptakan hidangan yang terasa mengenyangkan sekaligus menggugah selera.

Bumbu yang digunakan dapat mencakup serai, kunyit, lengkuas, ketumbar, dan daun jeruk. Perpaduan bahan tersebut membantu membentuk aroma khas yang menjadi identitas Soto Betawi.

Komposisi dan takaran bumbu bisa berbeda di setiap rumah makan. Ada yang menonjolkan kuah santan dengan rasa rempah kuat, sementara tempat lain menghadirkan kuah yang lebih ringan melalui penggunaan susu atau racikan kaldu tertentu.

Perbedaan ini membuat pengalaman menyantap Soto Betawi tidak selalu sama. Meski bahan dasarnya serupa, setiap penjual dapat memiliki karakter rasa yang menjadi ciri khasnya.

2. Isian Daging dan Jeroan Membuatnya Lebih Kaya Tekstur

Soto Betawi umumnya menggunakan daging sapi sebagai bahan utama. Namun, bagi pencinta jeroan, tersedia pula pilihan isian seperti paru, babat, usus, dan kikil, tergantung menu yang disediakan penjual.

Daging memberikan tekstur empuk dan rasa gurih, sedangkan beberapa jenis jeroan menawarkan tekstur yang lebih kenyal serta karakter rasa tersendiri. Kombinasi tersebut membuat semangkuk Soto Betawi terasa lebih beragam, tidak hanya mengandalkan kuahnya.

Hidangan ini biasanya dilengkapi irisan tomat, daun bawang, dan emping. Sebagian penjual juga menyediakan acar, sambal, serta jeruk nipis untuk menyesuaikan rasa.

Di sinilah salah satu keunikan Soto Betawi terlihat. Kuah gurih dapat dipadukan dengan rasa segar dari tomat dan jeruk nipis, sementara emping memberikan sensasi renyah. Sambal menambahkan rasa pedas bagi mereka yang menyukainya.

Soto Betawi pun dapat dinikmati dengan nasi putih hangat. Perpaduan kuah berbumbu, daging, nasi, dan pelengkap menjadikannya hidangan yang lengkap untuk makan siang maupun santap malam.

3. Bukan Sekadar Sup, Soto Betawi Juga Bagian dari Identitas Jakarta

Soto Betawi tidak hanya dikenal karena rasanya. Hidangan ini juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner masyarakat Betawi, yang berkembang di Jakarta dengan pengaruh budaya dan kebiasaan makan yang beragam.

Kehadiran santan, daging sapi, dan rempah memperlihatkan bagaimana bahan-bahan yang akrab dalam masakan Indonesia dapat diracik menjadi sajian dengan identitas tersendiri.

Di tengah banyaknya makanan modern dan kuliner internasional, Soto Betawi tetap memiliki tempat di hati pencintanya. Hidangan ini dapat ditemukan di warung sederhana hingga rumah makan yang telah melayani pelanggan selama puluhan tahun.

Pengakuan melalui pemeringkatan internasional menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Soto Betawi kepada lebih banyak orang. Namun, kekuatan kuliner tradisional ini tetap terletak pada rasa, resep, dan tradisi yang dipertahankan oleh para penjualnya.

4. Tiga Tempat Kuliner Soto Betawi yang Terkenal di Jakarta

Bagi yang ingin mengenal Soto Betawi lebih dekat, Jakarta memiliki sejumlah tempat makan yang dikenal sebagai tujuan wisata kuliner. Berikut tiga nama yang dapat masuk daftar kunjungan.

Soto Betawi H. Ma’ruf

maruf

Soto Betawi H. Ma’ruf termasuk nama legendaris dalam kuliner Betawi. Rumah makan ini dikenal mempertahankan sajian soto dengan kuah santan yang gurih serta pilihan isian daging dan jeroan.

Bagi pencinta soto dengan kuah kaya rasa, tempat ini dapat menjadi pilihan untuk mengenal salah satu gaya penyajian Soto Betawi yang populer di Jakarta.

Salah satu lokasi yang dikenal berada di Jalan RP. Soeroso No. 36A, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Informasi mengenai tempat ini juga tercantum dalam daftar restoran ikonik Soto Betawi pada TasteAtlas untuk kuliner Indonesia.

Soto Betawi Haji Husen

husein

Pilihan berikutnya adalah Soto Betawi Haji Husen di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Tempat makan ini dikenal dengan pilihan soto berisi daging sapi maupun jeroan.

Karakter kuahnya memadukan rasa gurih dengan tekstur lembut. Pilihan isian yang beragam memungkinkan pelanggan menyesuaikan pesanan dengan selera masing-masing. Lokasinya berada di Jalan Padang Panjang No. 6C, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Soto Betawi Sambung Nikmat

sambung nikmat

Bagi yang ingin mencoba karakter kuah berbeda, Soto Betawi Sambung Nikmat di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dapat menjadi alternatif.

Tempat ini dikenal dengan racikan kuah yang cenderung kemerahan, serta pilihan isian daging sapi, paru, dan kikil. Karakter tersebut memberikan variasi bagi pencinta Soto Betawi yang ingin membandingkan racikan dari beberapa rumah makan. Lokasinya berada di Jalan Ciputat Raya No. 2, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Perlu diingat, ketiga tempat tersebut merupakan rekomendasi untuk menjelajahi kuliner Soto Betawi, bukan peringkat resmi dari TasteAtlas. Sebelum berkunjung, sebaiknya periksa kembali jam operasional dan ketersediaan menu.

5. Cara Menikmati Soto Betawi agar Rasanya Lebih Maksimal

Menikmati Soto Betawi tidak harus rumit. Ada beberapa pelengkap yang dapat membantu menonjolkan karakter rasanya.

Pertama, santap selagi hangat agar aroma rempah dan gurihnya kuah lebih terasa. Kedua, tambahkan sedikit perasan jeruk nipis jika ingin menghadirkan rasa segar yang menyeimbangkan kuah bersantan.

Bagi pencinta pedas, sambal bisa ditambahkan sesuai selera. Emping juga layak dicoba sebagai pelengkap karena tekstur renyahnya memberikan kontras dengan kuah dan daging yang lembut.

Jika baru pertama kali mencoba Soto Betawi, pilihan daging sapi bisa menjadi titik awal. Setelah itu, pilihan campur dengan jeroan dapat dicoba untuk mengenal variasi tekstur yang ditawarkan setiap penjual.

Perlu diperhatikan pula bahwa Soto Betawi dengan santan atau susu memiliki karakter kandungan gizi yang berbeda dari sup berkuah bening. Porsi dan pilihan isian dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Soto Betawi, Bukti Kekayaan Rasa Kuliner Nusantara

Masuknya Soto Betawi ke posisi tiga besar dalam pemeringkatan sup dunia versi TasteAtlas pada September 2026 menjadi kabar menarik bagi kuliner Indonesia. Keistimewaannya bukan hanya terletak pada kuah gurih, tetapi juga pada perpaduan rempah, daging sapi, pilihan jeroan, dan pelengkap yang membuat setiap mangkuk memiliki pengalaman rasa tersendiri.

Dari rumah makan legendaris hingga kedai yang ramai dikunjungi pelanggan, Soto Betawi memperlihatkan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki daya tarik di tengah perubahan tren makanan.

Bagi pencinta wisata kuliner, mencicipi Soto Betawi di Jakarta bukan sekadar mencoba makanan yang masuk daftar internasional. Pengalaman itu juga menjadi cara untuk mengenal lebih dekat identitas kuliner Betawi yang terus hidup dalam keseharian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *