Veda Ega Bawa Walang Goreng ke Paddock, Pembalap Dunia Dibuat Penasaran

Meningkatkan Fungsi Kognitif Ini 7 Manfaat Belalang Goreng
walang goreng khas Gunungkidul. Dok: Istimewa

DINEWS.ID — Siapa sangka camilan khas Gunungkidul, Yogyakarta, bisa menjadi bahan perbincangan di tengah paddock balap motor internasional? Momen unik itu terjadi ketika pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, memperkenalkan walang goreng kepada orang-orang di sekitarnya setelah meraih podium Moto3 Malaysia 2026.

Di tengah suasana kompetisi yang biasanya dipenuhi pembicaraan tentang kecepatan motor, strategi balapan, dan persaingan antarpembalap, Veda justru menghadirkan cerita berbeda. Ia membagikan walang goreng, makanan khas daerah asalnya, kepada sejumlah orang yang berada di paddock.

Momen tersebut menjadi salah satu cerita menarik di balik keberhasilan Veda naik podium kedua di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu, 1 November 2026.

Dalam video yang diunggah kanal YouTube VibeSport News, Veda terlihat santai memperlihatkan dan membagikan walang goreng kepada orang-orang di sekitarnya. Ia bahkan tidak ragu memakan camilan tersebut di hadapan kamera dan orang-orang yang menyaksikan.

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Gunungkidul, walang goreng bukan makanan yang asing. Namun, bagi orang-orang dari negara lain yang belum pernah mengenalnya, belalang goreng tentu menjadi pengalaman kuliner yang tidak biasa.

Veda Santai Makan, Quiles Justru Merinding

WhatsApp Image 2026 11 01 at 19.31.51

Salah satu bagian paling menghibur dalam video tersebut adalah reaksi pembalap yang disebut bernama Quiles ketika melihat Veda memakan walang goreng.

Awalnya, Quiles tampak memperhatikan makanan yang dibawa Veda. Bentuk dan teksturnya mungkin membuatnya penasaran tentang jenis camilan yang sedang dibagikan pembalap Indonesia tersebut.

Namun, rasa penasaran itu berubah menjadi ekspresi terkejut ketika Veda dengan santai mengambil walang goreng dan langsung memakannya.

Kontras ekspresi keduanya menjadi bagian yang menarik perhatian. Veda terlihat biasa saja, seolah sedang menikmati camilan sehari-hari, sementara Quiles tampak kaget dan merinding melihat makanan tersebut disantap secara langsung.

Momen itu memperlihatkan sisi lain Veda di luar lintasan. Pembalap muda yang harus berhadapan dengan tekanan kompetisi internasional ternyata juga bisa mencairkan suasana melalui hal sederhana.

WhatsApp Image 2026 11 01 at 19.31.51 1

Veda tidak terlihat canggung ketika berinteraksi dengan orang-orang di paddock. Ia justru tampak menikmati kesempatan untuk memperkenalkan sesuatu yang berasal dari Indonesia.

Walang Goreng, Kuliner Khas Gunungkidul

Walang goreng merupakan salah satu kuliner tradisional yang dikenal masyarakat Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bahan utamanya adalah belalang yang diolah menjadi makanan atau camilan. Bagi masyarakat yang sudah terbiasa mengonsumsinya, walang goreng memiliki tempat tersendiri dalam kekayaan kuliner daerah.

Namun, pengalaman orang yang baru pertama kali melihat atau mencicipinya tentu bisa berbeda. Bentuk belalang yang masih terlihat jelas membuat makanan ini mungkin terasa tidak biasa bagi sebagian orang, terutama mereka yang berasal dari negara dengan tradisi kuliner berbeda.

Karena itu, ketika Veda membagikannya di paddock, suasana yang biasanya identik dengan aktivitas teknis balapan berubah menjadi lebih santai.

Ada pembalap yang penasaran, ada yang memperhatikan, dan ada pula yang menunjukkan reaksi spontan setelah melihat Veda memakannya.

Video VibeSport News menyoroti bagaimana momen sederhana tersebut ikut menjadi cerita di antara berbagai kesibukan setelah balapan. Bahkan, menurut narasi video itu, awak media dan reporter yang berada di sekitar paddock turut dibuat penasaran dengan makanan khas Indonesia tersebut.

Meski tidak bisa disimpulkan bahwa semua media internasional menyorotinya, kejadian itu menunjukkan bagaimana kebudayaan kuliner dapat menjadi bahan interaksi menarik di lingkungan olahraga internasional.

Promosi Kuliner Indonesia dengan Cara Tak Terduga

Ada hal menarik dari cara Veda memperkenalkan walang goreng. Ia tidak perlu membuat penjelasan panjang mengenai asal-usul makanan tersebut untuk menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.

Cukup dengan membagikan camilan dan memakannya secara langsung, Veda menghadirkan pengalaman yang mungkin belum pernah dirasakan sebagian orang di paddock.

Bagi masyarakat Indonesia, makanan itu mungkin hanya camilan khas daerah. Namun, bagi orang yang baru pertama kali melihatnya, pengalaman tersebut bisa menjadi cerita yang terus diingat.

Inilah salah satu sisi menarik dari pertemuan budaya dalam dunia olahraga. Para pembalap datang dari negara berbeda, membawa kebiasaan, bahasa, hingga makanan khas masing-masing.

Di tengah persaingan yang ketat, interaksi sederhana seperti ini bisa membuat hubungan antarpembalap terasa lebih dekat.

Veda pun memperlihatkan bahwa seorang atlet tidak harus selalu tampil serius di luar lintasan. Ia bisa bersaing dengan penuh konsentrasi ketika balapan berlangsung, kemudian kembali menjadi anak muda yang santai ketika kompetisi selesai.

Dari Podium ke Cerita yang Menghibur

Momen walang goreng tersebut semakin menarik karena terjadi setelah Veda menyelesaikan salah satu balapan penting dalam perjalanan kariernya.

Pada Moto3 Malaysia 2026, pembalap Honda Team Asia itu berhasil finis di posisi kedua. Ia mengawali balapan dari posisi kedelapan dan harus melewati persaingan ketat sebelum akhirnya mengamankan podium.

Pencapaian tersebut menjadi podium kedua Veda sepanjang musim 2026. Sebelumnya, ia juga berhasil finis ketiga pada Moto3 Brasil.

Keberhasilan di Sepang membuat nama Veda semakin diperhitungkan dalam persaingan kelas Moto3. Namun, di balik hasil kompetitif tersebut, ada sisi personal yang membuatnya semakin menarik untuk dikenal.

Veda bukan hanya pembalap muda yang berjuang meraih posisi terbaik di lintasan. Ia juga memperlihatkan kebanggaan terhadap hal-hal yang berasal dari daerah dan negaranya.

Walang goreng mungkin terlihat sederhana. Akan tetapi, ketika makanan khas Gunungkidul itu hadir di paddock internasional, ia menjadi bagian dari cerita tentang Indonesia yang dibawa oleh seorang pembalap muda.

Dari duel sengit di lintasan hingga camilan yang membuat orang lain penasaran, Veda Ega Pratama menghadirkan cerita berbeda setelah podium di Sepang. Kali ini, bukan hanya kecepatan motornya yang menjadi bahan pembicaraan, tetapi juga keberaniannya memperkenalkan kuliner khas Tanah Air dengan cara yang tidak biasa.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *