14 Posyandu Bergerak, Warga Mulyaharja Antusias Periksa Kanker Gratis

Warga mengikuti pemeriksaan kesehatan dan kanker gratis dalam kegiatan Bulan Peduli Kanker Sedunia di Kantor Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor.
Warga mengikuti pemeriksaan kesehatan dan kanker gratis dalam kegiatan Bulan Peduli Kanker Sedunia di Kantor Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor. Dok: Istimewa

DINEWS.ID — Rasa takut terhadap penyakit kanker kerap membuat seseorang menunda pemeriksaan kesehatan. Padahal, deteksi dini menjadi langkah penting agar perubahan kondisi tubuh dapat diketahui lebih awal. Di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, upaya mengajak warga lebih peduli terhadap kesehatan perempuan mendapat sambutan positif.

WhatsApp Image 2026 10 15 at 10.40.00 1

Sejumlah warga berbondong-bondong memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan kanker gratis yang digelar di Kantor Kelurahan Mulyaharja, Rabu, 14 Oktober 2026, dalam rangka Bulan Peduli Kanker Sedunia. Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan mereka, termasuk beberapa orang yang sudah pernah mengikuti pemeriksaan serupa sebelumnya.

Bagi warga, layanan gratis ini bukan sekadar kesempatan memeriksakan kesehatan tanpa mengeluarkan biaya. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan perlu dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika tubuh mulai merasakan keluhan.

Ema (54), warga RT 3 RW 5 Kelurahan Mulyaharja, menjadi salah satu warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia mengaku berusaha mengikuti layanan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah karena menganggap kesehatan sebagai kebutuhan utama.

“Alhamdulillah kalau ada yang gratis saya pasti ikut, karena ingin sehat. Kesehatan itu kan nomor satu. Informasinya saya dapat dari kader dekat rumah,” ungkap Ema.

Informasi dari kader di lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu jalur yang membantu warga mengetahui adanya program pemeriksaan tersebut. Peran kader dan aparatur wilayah pun menjadi penting untuk menjangkau masyarakat yang mungkin belum mengetahui atau masih ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan.

Pemeriksaan Berulang Bantu Warga Lebih Peduli Kesehatan

Antusiasme serupa ditunjukkan Risna (29) dan Meti Puspitasari (48), yang turut memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis tersebut.

Bagi Meti, kegiatan di Mulyaharja bukan pengalaman pertamanya. Ia bahkan telah mengikuti pemeriksaan serupa sebanyak tiga kali, setelah sebelumnya memeriksakan diri di Kelurahan Empang dan Rumah Sakit Azra.

Pengalaman tersebut membuat pemeriksaan kesehatan menjadi bagian dari upayanya menjaga kondisi tubuh. Ia juga merasakan bahwa mendatangi fasilitas kesehatan tidak selalu menambah kecemasan, tetapi justru dapat memberikan dorongan untuk menjalani pola hidup yang lebih baik.

Pengalaman warga seperti Ema dan Meti memperlihatkan pentingnya menyediakan akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Ketika layanan tersedia di lingkungan tempat tinggal dan informasinya disampaikan secara langsung, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk memanfaatkannya.

Meski demikian, pemeriksaan gratis tetap perlu dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan. Hasil pemeriksaan dan tindak lanjut medis tetap menjadi hal penting sesuai kondisi masing-masing orang.

Deteksi dini juga bukan berarti seseorang pasti terhindar dari kanker. Namun, pemeriksaan yang sesuai anjuran tenaga kesehatan dapat membantu menemukan kelainan lebih awal sehingga langkah berikutnya bisa ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.

14 Posyandu Dilibatkan untuk Menjangkau Warga

Tingginya partisipasi warga di Mulyaharja tidak terlepas dari upaya jemput bola yang dilakukan aparatur kelurahan. Edukasi disampaikan melalui perangkat RT, RW, hingga kader dari 14 posyandu yang berada di wilayah tersebut.

Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantoro, menjelaskan bahwa pihaknya memaksimalkan jaringan posyandu untuk membantu proses pendaftaran sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan.

“Untuk proses pendaftaran kita maksimalkan 14 posyandu di Kelurahan Mulyaharja dengan target 10 warga per posyandu ditambah penerima PKH. Tidak dipungkiri banyak yang merasa takut, namun berkat kerja keras dalam memberikan edukasi, masyarakat jadi paham dan rasa takut itu berkurang,” jelas Muslim.

Target yang ditetapkan adalah 10 warga dari setiap posyandu, ditambah masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Dengan melibatkan kader dan perangkat lingkungan, informasi mengenai kegiatan dapat disampaikan lebih dekat kepada warga.

Pendekatan ini juga menyasar persoalan yang tidak selalu mudah diatasi, yakni ketakutan untuk mengetahui kondisi kesehatan sendiri. Sebagian orang mungkin merasa khawatir jika pemeriksaan menemukan penyakit. Padahal, menghindari pemeriksaan tidak menghilangkan risiko yang mungkin ada.

Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Warga tidak hanya perlu mengetahui jadwal dan lokasi layanan, tetapi juga memahami tujuan pemeriksaan serta pentingnya mengikuti arahan tenaga kesehatan apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan Kanker Gratis Disertai Layanan IKD

Pemerintah Kota Bogor turut menggabungkan kegiatan pemeriksaan medis ini dengan pelayanan administrasi lainnya. Di lokasi yang sama, warga dapat memanfaatkan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta pendataan perlindungan sosial atau perlinsos.

Penggabungan sejumlah layanan di satu lokasi memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses beberapa kebutuhan sekaligus. Warga yang datang untuk pemeriksaan kesehatan juga dapat memperoleh layanan administrasi sesuai kebutuhan.

Meski memiliki tujuan berbeda, penyelenggaraan layanan secara bersamaan memperlihatkan upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan di tingkat kelurahan.

Antusiasme warga Mulyaharja menjadi pengingat bahwa keberhasilan program kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas. Informasi yang mudah diterima, dukungan kader, serta pendekatan yang mampu mengurangi rasa takut juga berperan dalam mendorong masyarakat untuk datang dan memeriksakan diri.

Bagi warga yang belum mengikuti pemeriksaan, kegiatan semacam ini dapat menjadi momentum untuk mulai lebih memperhatikan kesehatan. Masyarakat dapat mencari informasi mengenai jadwal layanan berikutnya melalui kelurahan, puskesmas, atau kader kesehatan setempat.

Pada akhirnya, kepedulian terhadap kesehatan tidak cukup berhenti pada satu kali pemeriksaan. Kebiasaan memeriksakan diri sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *