BPBD Pandeglang Minta Warga Pesisir Waspadai Erupsi Gunung Anak Krakatau, Nelayan Dilarang Dekat Kawah

images 17
Erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Istimewa

DINEWS.IDBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang kini berstatus Level III (Siaga).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pandeglang, Acep Firmansyah, mengatakan pihaknya telah menyampaikan peringatan kepada masyarakat hingga aparatur kecamatan dan desa agar tetap waspada terhadap potensi dampak aktivitas vulkanik tersebut.

“Kami sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa,” kata Acep, Sabtu (4/7/2026).

Meski demikian, kondisi di wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang hingga saat ini masih terpantau aman. Aktivitas masyarakat, termasuk perdagangan di pasar serta pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, berjalan normal.

BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun tidak mengabaikan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Acep juga mengimbau nelayan, wisatawan, maupun masyarakat untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi otoritas vulkanologi dengan menjaga jarak aman minimal lima kilometer dari kawah aktif.

“Kami mengimbau nelayan, wisatawan, dan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau karena berpotensi terdampak lontaran material pijar. Radius aman yang direkomendasikan adalah lima kilometer dari kawah,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat pesisir mengaku tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Salah seorang pedagang di Kecamatan Labuan, Suherman, mengatakan warga sudah terbiasa menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Meski begitu, ia berharap seluruh masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan agar peristiwa tsunami yang terjadi pada 2018 tidak kembali terulang.

“Kami tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, tetapi tetap waspada. Jangan sampai kejadian tsunami 2018 yang menelan banyak korban kembali terulang,” kata Suherman. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *