Sepertiga Pasien IGD RSUD Bandung Kiwari Masih Menunggu Lebih dari 6 Jam

WhatsApp Image 2026 07 03 at 15.21.30
RSUD Bandung Kiwari. Foto: Istimewa

DINEWS.ID – Meski sebagian besar pasien mendapatkan penanganan cepat, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bandung Kiwari masih menghadapi tantangan serius terkait waktu tunggu pasien.

Berdasarkan hasil evaluasi Januari hingga Juni 2026, sekitar 69 persen pasien tercatat menerima pelayanan sesuai standar dengan waktu tunggu maksimal enam jam. Namun, 31 persen lainnya masih harus menunggu lebih dari enam jam untuk mendapatkan layanan lanjutan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Bandung Kiwari, Afriani Altis, mengatakan keterbatasan kapasitas menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi waktu tunggu pasien di IGD.

“Berdasarkan evaluasi, masih terdapat tantangan pada kapasitas ruang triase, ruang observasi, serta ruang rawat inap untuk pasien kasus medis,” ujarnya.

Meski demikian, Afriani menyebut capaian response time IGD sebenarnya sudah sangat baik. Sekitar 99 persen pasien yang masuk ke area triase telah mendapatkan penanganan awal dalam waktu maksimal lima menit sesuai standar pelayanan nasional.

Namun, menurutnya, kecepatan penanganan awal tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh kelancaran proses layanan lanjutan, terutama pada pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut atau rujukan ke fasilitas kesehatan lain.

Salah satu faktor yang turut memengaruhi lamanya waktu tunggu adalah proses rujukan pasien untuk tindakan lanjutan, termasuk layanan spesialis seperti kateterisasi jantung.

Sementara itu, Direktur RSUD Bandung Kiwari, Arief Budiman, mengatakan pihaknya terus melakukan penguatan layanan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan serta penambahan dokter jaga di IGD.

“Pelayanan kegawatdaruratan menuntut kecepatan dan koordinasi yang baik. Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi fokus utama pembenahan,” katanya.

Sebagai upaya perbaikan, RSUD Bandung Kiwari juga akan menggelar pelatihan sistem triase dan standar pelayanan bagi dokter jaga. Pelatihan ini diharapkan dapat mempercepat alur penanganan pasien dan mengurangi potensi penumpukan di IGD.

Dengan berbagai langkah tersebut, RSUD Bandung Kiwari menargetkan perbaikan berkelanjutan agar layanan gawat darurat dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan merata bagi seluruh pasien. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *