Lagu Maliq & D’Essentials Jadi Inspirasi Teater Musikal “Senja Teduh Pelita”

musikal senja teduh pelita resmi dipentaskan hadirkan petualangan emosional tentang harapan keluarga dan masa depan bumi 1783137590426 169
Sutradara Senja Teduh Pelita Nuya Susantono cerita proses kreatif adaptasi lagu-lagu Maliq & D'Essentials jadi teater musikal. (Arsip Jakarta Movin/Indonesia Kaya). Istimewa

DINEWS.ID – Sutradara sekaligus penulis naskah teater musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, mengungkapkan proses kreatif di balik adaptasi lagu-lagu grup musik Maliq & D’Essentials menjadi sebuah pertunjukan panggung.

Nuya menjelaskan bahwa seluruh alur cerita dalam musikal tersebut terinspirasi dari karya-karya Maliq & D’Essentials yang telah berkarya sejak 2002. Sebanyak 16 lagu dari sembilan album grup musik tersebut dirangkai menjadi narasi dalam dua babak pertunjukan.

“Dalam produksi ini aku mendengarkan semua lagu Maliq dari awal sampai album terbaru. Ada sembilan album, dan pada hakikatnya aku terinspirasi dari banyak variasi lagu mereka,” ujar Nuya usai pertunjukan di Jakarta Pusat, Jumat (3/7).

Ia menambahkan bahwa tema besar dalam lagu-lagu tersebut, seperti kehidupan, perjuangan, keraguan, hingga pencarian makna hidup, menjadi dasar pengembangan cerita.

“Lagu-lagu itu sangat universal, tentang kehidupan, tentang perjuangan, tentang keraguan, tentang memaknai hidup. Itu sangat manusiawi dan berpotensi menjadi cerita petualangan,” lanjutnya.

Menurut Nuya, konsep musikal ini berkembang dari proses eksplorasi dan interpretasi ulang terhadap lagu-lagu tersebut hingga terbentuk karakter, dunia cerita, serta konflik yang utuh di atas panggung.Nuya menjelaskan bahwa Senja Teduh Pelita merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai departemen kreatif, mulai dari penyusunan naskah, diskusi kreatif, hingga sesi table reading.

“Kami cukup banyak melakukan sesi-sesi diskusi antar departemen. Itu sebenarnya proses kolaborasi,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa pertunjukan ini menggabungkan elemen artistik yang bersifat kontemporer dan surreal, namun tetap dikemas dengan pendekatan modern serta menghadirkan momen-momen spektakuler di panggung.Senja Teduh Pelita mengisahkan perjalanan sekelompok anak yang hidup di sebuah kota yang hampir mati. Kota tersebut dihuni oleh enam karakter utama, yakni Arah (ahli navigasi), Hara (ahli tumbuhan), Palu (ahli bangunan), Volta (ahli kelistrikan), Raga (serba bisa), dan Lagu (musisi).

Mereka bertahan hidup sambil menunggu kepulangan orang tua mereka yang pergi dalam sebuah misi membangun kota baru demi masa depan manusia.

Suatu hari, Arah menerima pesan misterius dari ibunya yang kemudian menjadi awal perjalanan besar untuk mencari dan menyelamatkan orang tua mereka. Dalam perjalanan itu, mereka bertemu dengan dua karakter baru, Kala (ahli sejarah) dan Langit (ahli astronomi), yang mengungkap keberadaan orang tua mereka di sebuah tempat bernama Aurora.Musikal ini tidak berfokus pada kisah romansa, melainkan pada tema petualangan yang sarat makna seperti perjuangan, persahabatan, keberanian, pengorbanan, serta harapan terhadap masa depan.

Teater musikal Senja Teduh Pelita dipentaskan pada 3–12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan ini menampilkan 16 lagu Maliq & D’Essentials yang disusun dalam dua babak sebagai bagian dari alur cerita. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *