DINEWS.ID – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, mengalami penurunan cukup signifikan. Komoditas yang paling terdampak adalah daging ayam dan telur setelah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghentikan operasionalnya sementara waktu.
Berdasarkan pantauan di Pasar Jambu Dua, Jumat (3/7/2026), harga daging ayam potong yang sebelumnya mencapai Rp40 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp35 ribu per kilogram. Sementara harga telur juga ikut merosot dari kisaran Rp26 ribu–Rp28 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram.
Pedagang ayam, Asep (35), mengatakan turunnya harga dipicu melimpahnya pasokan ayam di pasar. Selama dapur MBG beroperasi, sebagian besar stok ayam terserap untuk memenuhi kebutuhan program tersebut. Namun, ketika operasional dapur dihentikan sementara, pasokan kembali membanjiri pasar tradisional.
“Kalau MBG sedang berjalan, stok ayam banyak diserap ke sana sehingga pasokan di pasar berkurang dan harga bisa naik. Sekarang dapur MBG sedang libur, stok kembali ke pasar sehingga harga menjadi lebih murah,” ujar Asep.
Menurutnya, penurunan harga sudah berlangsung sekitar sepekan. Meski harga jual turun, pedagang tidak mengalami penurunan margin keuntungan karena harga beli dari distributor juga ikut menyesuaikan.
Namun demikian, pedagang di dalam pasar menghadapi tantangan lain, yakni persaingan dengan pedagang kaki lima yang menawarkan harga lebih murah.
“Kami menjual ayam dengan kualitas yang terjamin, biasanya untuk kebutuhan katering atau warung makan. Tapi karena harga di pinggir jalan lebih murah, omzet pedagang di dalam pasar ikut menurun,” katanya.
Hal serupa dirasakan pedagang telur. Muklis (20) mengaku harga telur kini turun menjadi Rp24 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp26 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram.
“Kalau sebelumnya harga Rp26 ribu, kami ambil untung sekitar Rp2 ribu per kilogram. Sekarang harga Rp24 ribu, keuntungan kami tetap sama karena harga kulakan juga ikut turun,” ungkapnya.
Penurunan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura. Cabai merah keriting yang sebelumnya mencapai Rp50 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit merah turun dari sekitar Rp80 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Adapun harga bawang merah saat ini berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
Pedagang sayuran, Pranky (25), menilai turunnya harga berbagai komoditas merupakan kondisi yang wajar karena saat ini tidak ada momentum yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.
“Kemungkinan karena tidak ada hari besar seperti Ramadan atau Tahun Baru, jadi permintaan tidak terlalu tinggi sehingga harga ikut turun,” pungkasnya. (Yis)













