Kios Kuliner Pasar Jambu Dua Diserbu UMKM, Ratusan Pedagang Masuk Waiting List

WhatsApp Image 2026 06 29 at 15.53.23
Kios Kuliner Pasar Jambu Dua. Dok: Istimewa

DINEWS.ID – Minat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menempati kios di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, cukup tinggi. Bahkan, ratusan pelaku usaha kini harus masuk daftar tunggu (waiting list) karena seluruh kios kuliner yang tersedia hampir terisi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan tingginya antusiasme tersebut menunjukkan besarnya potensi Pasar Jambu Dua sebagai pusat perdagangan sekaligus sentra kuliner baru di Kota Bogor.

Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Kota Bogor, dari total 600 kios yang tersedia, sekitar 400 kios telah terisi oleh pedagang kuliner. Sementara itu, masih ada sekitar 211 pelaku usaha yang belum dapat memperoleh tempat.

“Artinya sebetulnya demand-nya ada sekitar 800, sementara kios yang tersedia hanya 600. Jadi masih ada sekitar 200 pelaku usaha yang masuk waiting list. Ini luar biasa. Mudah-mudahan benar-benar bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan, memberikan alternatif tempat belanja kuliner bagi masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen Kota Bogor sebagai Kota Gastronomi,” kata Dedie saat meninjau Pasar Jambu Dua, Senin (29/6/2026).

Menurut Dedie, tingginya minat pelaku usaha tidak lepas dari tarif sewa kios yang dinilai masih terjangkau. Karena itu, ia meminta PT BAM sebagai pengembang bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) tidak terburu-buru menaikkan harga sewa agar para pedagang memiliki kesempatan mengembangkan usahanya.

“Kalau nanti ada penyesuaian harga, lakukan secara bertahap. Biarkan para pedagang usahanya stabil dulu, pengunjungnya ramai dulu, baru kemudian disesuaikan,” ujarnya.

Sebagai upaya meningkatkan aktivitas perdagangan, Dedie juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor untuk berbelanja di Pasar Jambu Dua. Ia meminta setiap ASN membawa anggaran sekitar Rp200 ribu untuk membeli berbagai kebutuhan, mulai dari sayur, buah, ikan, hingga produk kuliner.

Di sisi lain, ramainya area kuliner diharapkan turut mendorong aktivitas perdagangan di zona pasar basah. Saat ini masih tersedia sekitar 300 kios yang dapat dimanfaatkan, termasuk untuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di fasilitas umum.

“PKL yang belum pindah sudah kami tawarkan tempat dengan biaya yang sama, bahkan ada yang gratis. Manfaatkan kesempatan ini. Jangan terus berjualan di atas trotoar. Di sini mereka memiliki tempat usaha yang jelas sehingga bisa naik kelas,” kata Dedie.

Selain menghadirkan sentra kuliner, Pasar Jambu Dua juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti area belanja yang lebih tertata serta fasilitas photo booth di kawasan perdagangan fashion, batu akik, dan toko emas untuk menarik minat pengunjung. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *