Karya Orisinal Animasi Indonesia Melonjak, Pendapatan Tembus Ratusan Miliar

WhatsApp Image 2026 07 03 at 16.32.58
Istimewa

DINEWS.IDIndustri animasi Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan Indonesia Animation Report 2026, nilai industri animasi nasional pada 2025 tercatat mencapai Rp798,15 miliar dengan pertumbuhan lebih dari tiga kali lipat dalam satu dekade terakhir.

Laporan tersebut disusun berdasarkan riset terhadap 262 studio animasi di Indonesia yang melibatkan 3.448 tenaga kerja. Rata-rata pertumbuhan industri tercatat sebesar 12,86 persen per tahun.

Salah satu temuan penting dalam laporan ini adalah untuk pertama kalinya pendapatan dari karya animasi orisinal atau original intellectual property (IP) melampaui pendapatan dari jasa animasi berbasis ekspor.

Pendapatan dari IP lokal tercatat melonjak hingga 279,53 persen pada 2025, dengan 308 karya animasi orisinal yang kini aktif diproduksi dan didistribusikan di berbagai platform global.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut industri animasi sebagai salah satu sektor penting dalam ekonomi kreatif yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

“Industri animasi merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, laporan ini menjadi pijakan penting dalam mendorong transformasi industri animasi Indonesia menuju model berbasis kekayaan intelektual yang lebih berdaya saing global.

“Laporan ini menjadi landasan penting untuk mendorong transformasi industri menuju model berbasis kekayaan intelektual yang berdaya saing global,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), Daryl Wilson, menilai sektor jasa animasi masih memiliki kontribusi ekonomi yang besar, meski selama ini belum sepenuhnya terpetakan dalam struktur ekonomi nasional.

Menurutnya, sektor tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) serta membuka lebih banyak lapangan kerja di industri kreatif.

Namun demikian, laporan ini juga mengungkap sejumlah tantangan yang masih dihadapi industri animasi Indonesia. Di antaranya keterbatasan akses pendanaan untuk ekspansi global, belum optimalnya perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), serta dominasi tenaga kerja lepas dan kontrak di sektor ini.

Selain itu, studio berbasis IP juga masih mengalami kesulitan dalam mengakses pembiayaan perbankan, sehingga menghambat pengembangan karya secara berkelanjutan.

Indonesia Animation Report 2026 turut merekomendasikan lima langkah strategis untuk memperkuat industri, mulai dari reformasi pembiayaan berbasis IP, percepatan perlindungan HKI, penguatan distribusi global, transformasi ekosistem talenta, hingga penguatan infrastruktur industri dan desentralisasi produksi.

Dengan implementasi kebijakan tersebut, industri animasi Indonesia diproyeksikan mampu menembus nilai Rp1 triliun pada 2030 dan memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif di Asia Tenggara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *