Korea Selatan Soroti Hambatan Investasi di Indonesia dan Perubahan Insentif

zigi 655f4a04823b0 hyundai dirikan pabrik ai 910 512
Istimewa

DINEWS.ID – Korea Selatan menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi perusahaan Negeri Ginseng dalam memperluas investasi di Indonesia, termasuk hambatan regulasi dan perubahan kebijakan insentif di sektor kendaraan listrik.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komite Persahabatan Korea-Indonesia, Kim Gi-Hyeon, dalam diskusi The Indonesian Next-Generation Journalist Network on Korea yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia di Majelis Nasional Republik Korea, Seoul, Selasa (9/6).

Kim menyebut hubungan ekonomi Indonesia–Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir menghadapi dinamika kebijakan yang perlu dicermati bersama, khususnya terkait peningkatan ketentuan sertifikasi di Indonesia yang dinilai menambah hambatan non-tarif bagi pelaku usaha.

Selain itu, ia menyoroti perubahan skema insentif kendaraan listrik di Indonesia yang dinilai berdampak pada minat investasi lanjutan sejumlah produsen otomotif Korea.

“Perubahan kebijakan insentif tersebut membuat perusahaan seperti Hyundai Motor Company mempertimbangkan kembali rencana ekspansi investasi, sementara manfaat yang tersedia cenderung lebih banyak dinikmati oleh perusahaan dari negara lain,” ujar Kim.

Meski demikian, Kim menegaskan bahwa Korea Selatan tetap berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi dengan Indonesia, termasuk di sektor investasi, transfer teknologi, dan pengembangan talenta.

Ia juga menyoroti kontribusi Hyundai Motor Company yang telah memproduksi kendaraan listrik di Indonesia, seperti Kona EV dan IONIQ 5, sebagai bagian dari kerja sama industri kedua negara.

Kim berharap Indonesia dan Korea Selatan dapat terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan di tengah perubahan lanskap industri global.

Berdasarkan data perdagangan, volume perdagangan Indonesia–Korea Selatan pada 2025 mencapai sekitar 18 miliar dolar AS, dengan Indonesia mencatat surplus sekitar 25 persen. Pada 2024, nilai perdagangan kedua negara tercatat sebesar 20,09 miliar dolar AS. Korea Selatan saat ini menjadi mitra dagang terbesar ketujuh bagi Indonesia.

Dari sisi investasi, realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar 11,5 miliar dolar AS dengan pertumbuhan 8,7 persen. Capaian tersebut menempatkan Korea Selatan sebagai salah satu sumber investasi asing terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, menyampaikan bahwa peluang kerja sama investasi kedua negara masih sangat terbuka, khususnya di sektor strategis.

Menurutnya, potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui sinergi antara teknologi Korea Selatan dan sumber daya Indonesia.

“Masih terbuka lebar terutama di sektor kendaraan listrik, semikonduktor, energi terbarukan, dan hilirisasi industri,” ujar Cecep. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *