DINEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengevaluasi aspek keselamatan teknis pada proyek pembangunan trase baru di Jalan Saleh Danasasmitah, Batutulis. Evaluasi dilakukan menyusul adanya penyempitan jalur di bagian ujung proyek yang dinilai berpotensi menimbulkan risiko bagi warga dan pengguna jalan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengusulkan agar sisa lahan di area ujung trase dibebaskan sehingga lebar jalur dapat dibuat lebih proporsional dan aman.
“Tidak ada treatment teknis di ujung jalur fase baru ini. Oleh karena itu, jika nantinya dilakukan pengerjaan fisik, keselamatan warga di sekitar area ini harus tetap menjadi prioritas utama. Saya mengusulkan agar dilakukan pembebasan lahan tambahan sehingga lebar jalur di bagian ujung bisa kurang lebih sama dengan yang ada di depan dan tidak menyempit,” kata Dedie.
Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor saat ini diminta menghitung kembali kebutuhan lahan serta menyusun usulan baru terkait pembebasan lahan tambahan tersebut.
Dedie menjelaskan, evaluasi dilakukan berdasarkan dua pertimbangan utama, yakni faktor keselamatan teknis dan estetika kawasan.
“Pertimbangan pertama tentu keselamatan teknis. Kedua, aspek estetika kawasan juga harus diperhatikan. Infrastruktur ini dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit, sehingga jangan sampai menyisakan persoalan baru di kemudian hari,” ujarnya.
Sebagai gambaran, pembukaan jalur di bagian ujung trase membutuhkan ruang dengan lebar sekitar 12 meter. Sementara area di bagian depan direncanakan menjadi taman, sehingga akses menuju bagian belakang dinilai perlu ditambah sekitar 5 hingga 10 meter agar lebih aman dan optimal digunakan.
Di sisi lain, Dedie menyebut progres pembangunan trase baru Batutulis berjalan cukup baik. Hingga saat ini, progres fisik proyek telah mencapai sekitar 6 persen atau lebih cepat sekitar 4 persen dari target yang ditetapkan.
“Masyarakat mohon bersabar karena proses pembangunan masih berjalan. Namun jika melihat target waktu, saat ini terdapat deviasi positif sekitar 4 persen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang relatif bersahabat dalam beberapa waktu terakhir turut membantu percepatan pekerjaan konstruksi di lapangan.
“Kami bersyukur intensitas hujan di Kota Bogor berkurang. Biasanya curah hujan menjadi tantangan utama dalam pengerjaan proyek. Dengan kondisi cuaca dan stabilitas tanah saat ini, kami berharap pekerjaan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti,” pungkasnya. (Yis)













