Diberi Nama oleh Presiden Prabowo, Bayi Panda ‘Rio’ Jadi Simbol Eratnya Hubungan RI-China

presiden prabowo subianto menerima kunjungan ketua mpr rrt wang huning di istana negara jakarta kamis 4122025 1764844280583 169
Presiden Prabowo Subianto mengajak Ketua MPR Republik Rakyat Tiongkok memasuki sebuah ruangan di Istana Merdeka, Jakarta. Di ruangan tersebut terpajang foto-foto Satrio Wiratama, bayi panda yang baru lahir di Taman Safari Indonesia. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

DINEWS.ID – Kelahiran bayi panda raksasa pertama di Indonesia tidak hanya menjadi pencapaian besar dalam dunia konservasi satwa, tetapi juga menjadi babak baru dalam hubungan diplomatik antara Jakarta dan Beijing.

Bayi panda yang lahir di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor tersebut secara resmi diberi nama Satrio Wiratama oleh Presiden Prabowo Subianto.

​Kini, bayi panda yang akrab disapa “Baby Rio” itu telah resmi dipamerkan kepada publik mulai Selasa (9/6/2026), sekaligus menjadi simbol hidup dari eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan China yang terus berkembang dinamis.

​Atase Kebudayaan Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Wang Siping, menyatakan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam kepada tim ahli di Indonesia yang telah merawat harta nasional Tiongkok tersebut dengan standar kesejahteraan satwa yang luar biasa.

​”Kehadiran panda raksasa tidak hanya menjadi simbol upaya konservasi satwa langka, tetapi juga mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan China yang terus berkembang dari waktu ke waktu,” ujar Wang Siping saat menghadiri peluncuran perdana Baby Rio di Istana Panda TSI Bogor.

​Baby Rio lahir pada 27 November 2025 dari pasangan panda raksasa pinjaman diplomatik (breeding loan) asal China, yaitu Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina). Kedua pilar diplomasi lingkungan ini telah menghuni TSI Bogor sejak 28 September 2017 silam.

​Pendiri TSI, Jansen Manansang, menekankan bahwa kelahiran Rio merupakan buah manis dari kolaborasi sains tingkat tinggi yang matang antara para pakar dari China dan Indonesia. Kolaborasi ini mencakup bidang ilmu pengetahuan, teknologi reproduksi satwa melalui inseminasi buatan, hingga kedokteran hewan.

​”Ini menjadi bukti bahwa kita sudah mampu menghasilkan keturunan panda, baik dari sisi teknologi, ilmu kedokteran, pengembangbiakan, hingga menjaga perilaku satwa,” kata Jansen.

Sejak diperkenalkan ke publik, daya tarik Baby Rio langsung memikat hati para pengunjung. Menginjak usia menuju tujuh bulan, berat badan Rio dilaporkan telah melonjak pesat hingga lebih dari 15 persen. Kemampuan motorik dan otot-ototnya kian mengeras berkat stimulasi kandang kompleks yang disiapkan oleh tim zookeeper.

​”Ototnya lebih kuat, dia lebih bisa menggunakan empat kakinya, keseimbangan kepalanya bagus, dan dia sudah bisa guling-guling,” papar, Bongot.

​Uniknya, meski bulu hitam-putih khas panda raksasa sudah mendominasi tubuhnya, terdapat semburat warna pink (merah muda) alami pada rambutnya.

Bongot menjelaskan bahwa warna merah muda tersebut berasal dari mikroflora normal pada air liur sang induk, Hu Chun, saat menjilati tubuh anaknya.

“Hal ini menjadi bukti otentik kuatnya ikatan batin (bonding) dan proteksi alami dari sang induk kepada bayinya,” ucap Bongot. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *