DINEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program, mulai dari penanganan anak putus sekolah hingga penguatan infrastruktur pendidikan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, ke SD Negeri Cimahpar 5 di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (10/6/2026).
Menurut Jenal Mutaqin, perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Kota Bogor sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah melalui program Bogor Cerdas.
Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Bogor terus memperluas akses pendidikan formal maupun nonformal. Salah satunya dengan merekrut ratusan anak putus sekolah agar kembali memperoleh layanan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Alternatif pendidikan formal dan nonformal terus kita genjot. Kemarin saat HJB, kita merekrut 848 siswa putus sekolah melalui PKBM. Kita jemput bola langsung,” ujar Jenal Mutaqin.
Selain penanganan anak putus sekolah, Pemkot Bogor juga memprioritaskan pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan. Upaya tersebut mencakup pembangunan sekolah baru serta mendorong dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk revitalisasi sejumlah sekolah.
Salah satu sekolah yang mendapatkan perhatian adalah SD Negeri Cimahpar 5. Pada tahun 2025, sekolah tersebut menerima bantuan sebesar Rp2,6 miliar untuk revitalisasi fasilitas pendidikan.
“Tahun 2025 lalu, SD Negeri Cimahpar 5 mendapat kucuran bantuan sebesar Rp2,6 miliar. Alhamdulillah, sekarang kondisinya lebih representatif sehingga siswa lebih nyaman belajar,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan nasional. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan karakter dan kapasitas peserta didik.
“Anak-anak harus menjadi anak yang optimistis dan percaya diri,” ujar Abdul Mu’ti. (Red)













