Daerah  

Momentum HJB ke-544, Wali Kota Bogor Minta Maaf Pembangunan Belum Sempurna

WhatsApp Image 2026 06 03 at 09.31.26
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat Memimpin Upacara HJB ke 544 di Balaikota Bogor, Rabu 3 Juni 2026

DINEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-544 pada Rabu, 3 Juni 2026. Momentum tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan seremonial belaka, melainkan panggung refleksi bagi jajaran pemangku kebijakan untuk mengakui kekurangan sekaligus memacu kerja nyata di lapangan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan permohonan maaf dalam proses dinamika pembangunan selama ini masih belum mampu memenuhi seluruh ekspektasi dan keinginan lapisan masyarakat secara instan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa jajaran pemangku kebijakan tidak tinggal diam dan terus bekerja keras membuktikan janji politik di lapangan.

​”Tentu Pemerintah Kota Bogor pun menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses rangkaian pembangunan masih belum memenuhi seluruh keinginan masyarakat. Namun insyaallah, kita tidak sedang berpangku tangan, kita tidak sedang termenung, tetapi kita sedang bekerja keras untuk bagaimana mewujudkan Bogor Beres, Bogor Maju,” ucap Dedie Selasa (3/6/2026).

​Penetapan Hari Jadi Bogor pada tanggal 3 Juni ini merujuk langsung pada peristiwa bersejarah diangkatnya Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) menjadi Raja Sunda Pakuan Pajajaran pada tanggal 3 Juni 1482 silam.

Pada perayaan tahun 2026 ini, HJB digelar mengusung tema “Bogor Nanjeur”. Dalam bahasa Sunda, nanjeur memiliki arti tumbuh, bersemi, berakar kuat, kokoh, dan lestari.

​”Peringatan Hari Jadi Bogor tahun ini mengusung tema ‘Bogor Nanjeur’. Dalam bahasa Sunda, nanjeur berarti tumbuh, bersemi, berakar kuat, kokoh, dan lestari. Tema ini mencerminkan harapan sekaligus tekad kita bersama agar Bogor terus maju dan berkembang, baik secara fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya,” ungkap Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dalam sambutannya.

​Dedie mendorong agar kemajuan pembangunan ekonomi Kota Bogor ke depan berjalan seiringan dengan pelestarian lingkungan serta kearifan lokal. Pertumbuhan kota dipastikan tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kualitas alam yang selama ini menjadi kekuatan serta identitas utama Kota Bogor.

​”Kemajuan tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kualitas alam yang menjadi kekuatan dan identitas Kota Bogor. Kita juga harus menjaga serta memelihara budaya dan kearifan lokal sebagai akar identitas yang memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat,” tegas Dedie.

​Guna membuktikan bahwa peringatan HJB ini bukan agenda formalitas tanpa dampak, Dedie memaparkan berbagai upaya percepatan konkret di sejumlah sektor utama selama beberapa tahun terakhir, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, ekonomi, hingga lingkungan hidup.

​Pada sektor infrastruktur dan pelayanan publik, pemerintah daerah terus memperbaiki jalan, menata ruang-ruang publik, mengembangkan sistem transportasi massal yang lebih baik bagi mobilitas masyarakat, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan melalui teknologi digital.

​”Kita terus memperbaiki jalan, menata ruang-ruang publik, dan mengembangkan sistem transportasi massal yang lebih baik bagi masyarakat. Sektor Pelayanan Publik Kita berusaha meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, pendidikm memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan administrasi agar lebih cepat, mudah, dan transparan,” urainya.

​Di samping itu, penguatan sektor ekonomi dan pelestarian lingkungan juga terus digenjot dengan memberikan dukungan penuh kepada para pelaku UMKM, memperkuat pasar rakyat, mengembangkan pariwisata berbasis budaya, serta mendorong program penghijauan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

​”Pada Sektor Ekonomi, Pemerintah terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, memperkuat pasar rakyat, serta mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Untuk sektor lngkungan hidup, berbagai program penghijauan, konservasi sumber daya alam, serta pengelolaan sampah terus kita dorong sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan Kota Bogor,” tambahnya.

​Demi mengoptimalkan capaian tersebut, Dedie mengingatkan kembali seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aparat pemerintah kota untuk memberikan pelayanan yang profesional, cepat, serta bersih dari praktik korupsi.
​”Kepada seluruh ASN dan aparat pemerintah kota, saya mengingatkan kembali bahwa tugas utama kita adalah melayani masyarakat. Berikan pelayanan yang prima: cepat, transparan, profesional, dan bebas serta jauh dari praktik-praktik korupsi,” cetus Dedie.

​Pembangunan Kota Bogor. ditegaskan bukan hanya menjadi tanggung jawab jajaran birokrasi, melainkan sebuah kewajiban bersama melalui pemenuhan unsur kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.
​”Pembangunan Kota Bogor bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini adalah kewajiban bersama. Pemerintah bertugas memfasilitasi, masyarakat berpartisipasi aktif, dan sektor swasta berinvestasi untuk menciptakan kemajuan yang berkelanjutan,” terangnya.

​Masyarakat pun diimbau oleh Dedie untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program kota, mulai dari kerja bakti lingkungan, penghijauan, hingga mendukung produk lokal dengan cara membeli produk UMKM dan meramaikan pasar tradisional.

​”Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan mendukung produk lokal. Belilah produk UMKM Bogor, ramaikan pasar tradisional, dan dukung berbagai festival budaya serta pasar tradisional yang menjadi kebanggaan daerah kita. Dengan demikian, roda ekonomi lokal akan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” paparnya. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *