DINEWS.ID – 10 orang tewas dan delapan lainnya dilaporkan hilang akibat banjir besar yang melanda wilayah Vietnam tengah sepanjang pekan ini. Kota wisata Hoi An menjadi salah satu lokasi paling terdampak, dengan air merendam jalan-jalan hingga setinggi pinggang, Kamis (30/10/2025).
Banjir terjadi setelah hujan ekstrem mengguyur daerah pesisir Vietnam sejak akhir pekan lalu. Dalam 24 jam, curah hujan mencapai rekor 1,7 meter. Sungai Thu Bon di kawasan tersebut tercatat mencapai ketinggian 5,62 meter pada Rabu malam, melampaui rekor banjir tahun 1964 sebesar 4 sentimeter.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam, lebih dari 128.000 rumah di lima provinsi terendam, dengan ketinggian air mencapai tiga meter di beberapa titik. Ribuan hektare lahan pertanian rusak dan lebih dari 16.000 ternak dilaporkan mati. Sejumlah ruas jalan juga terputus akibat longsor dan genangan air.
Warga terlihat mengarungi banjir menggunakan perahu kayu di Hoi An. Banyak rumah dan toko terendam pada lantai dasar.
“Saya belum pernah mengalami banjir separah ini sepanjang hidup saya,” ujar seorang warga berusia 57 tahun. Sebagian warga mengaku telah berupaya menyelamatkan barang-barang dengan menumpuknya di atas batu bata, namun air terus naik.
Di Danang dan sejumlah wilayah lain, tim penyelamat mengerahkan drone untuk mengirim air minum dan makanan instan kepada warga yang terjebak. Jalur pegunungan antara Danang dan Quang Ngai sempat tertutup longsor, namun sebagian telah dapat dilalui kembali.
Meski air mulai surut di beberapa kawasan seperti Danang dan Hue, otoritas cuaca Vietnam menyebut kondisi masih berada pada level mengkhawatirkan. Para ahli menyebut perubahan iklim akibat aktivitas manusia berperan memperparah intensitas banjir dan tanah longsor di wilayah Asia Tenggara.
Pemerintah Vietnam melaporkan, sepanjang Januari hingga September 2025, bencana alam telah menyebabkan 187 orang meninggal atau hilang, dengan kerugian ekonomi lebih dari US$610 juta.







