DINEWS.ID – Dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Yayasan Al Ghozy Muslimah Center (AMC) kembali melaksanakan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Rumah Potong Hewan (RPH) UPTD Bubulak, Kota Bogor, ini menjadi agenda tahunan yayasan sebagai bentuk pelaksanaan syariat Islam sekaligus kepedulian terhadap para pengajar Al-Qur’an di wilayah Bogor.
Pada tahun ini, panitia kurban AMC menerima amanah sebanyak 21 ekor sapi dari 147 pekurban. Hewan kurban tersebut kemudian diolah dan didistribusikan dalam bentuk 1.200 paket daging kepada para penerima manfaat, yang meliputi pengajar Al-Qur’an di wilayah Bogor, peserta Tahsin Al Ghozy (TAG) yang membutuhkan, pondok pesantren, marbot masjid tempat belajar, serta warga di sekitar tanah wakaf gedung AMC.
Ketua Panitia Kurban 1447 H AMC, Milka Malia, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, atas izin Allah kegiatan kurban hari ini berjalan lancar. Proses penyembelihan hingga distribusi dilaksanakan sesuai syariat Islam dengan memperhatikan aspek amanah, higienis, dan tepat sasaran. Fokus penyaluran kami adalah para pengajar Al-Qur’an sebagai garda terdepan dalam menjaga ilmu Allah dan memakmurkan masjid, serta masyarakat di lingkungan sekitar yayasan,” ujar Milka.
Program penyaluran daging kurban tersebut mendapat apresiasi dari para penerima manfaat. Salah satunya disampaikan oleh peserta Tahsin Al Ghozy (TAG), Sumi Yati, yang mengaku bersyukur atas perhatian yang terus diberikan AMC kepada para pejuang Al-Qur’an.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapatkan pembinaan ilmu, AMC juga senantiasa memperhatikan kebutuhan kami. Semoga ini menjadi penyemangat dalam belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Terima kasih kepada para pekurban, semoga menjadi pahala di sisi Allah,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pos 3, Nelda Makiah, menjelaskan bahwa sebagian besar penerima manfaat program kurban ini berasal dari luar lingkungan internal TAG.
“Di internal Al Ghozy sendiri kami hanya memiliki sekitar 100 tenaga pengajar. Jika digabungkan dengan peserta didik, kuota untuk keluarga besar internal kami berkisar 300 paket. Selebihnya, ratusan paket daging kurban disalurkan kepada pihak eksternal berdasarkan sistem rekomendasi,” jelas Nelda.
Apresiasi juga datang dari Sipa Yuriani, seorang pengajar sekaligus peserta TAG yang mengajar di Raudhatul Athfal (RA) Masjid Al-Ikhlas. Ia mengaku telah beberapa kali menerima manfaat dari program sosial yang dijalankan AMC.
“Alhamdulillah, seingat saya ini merupakan kali kedua menerima paket daging kurban dari AMC. Manfaat yang saya rasakan sangat besar. Perhatian yayasan tidak hanya hadir saat Iduladha, tetapi juga melalui berbagai bantuan yang rutin diberikan, termasuk pada bulan Ramadan,” ungkapnya.
Selain pengajar di lingkungan TAG, penerima manfaat juga berasal dari berbagai lembaga lain. Salah satunya adalah Ketua Divisi Kiswah Yayasan Bakkata Bogor, Muchammad Arif Prasetya. Ia mengatakan sebanyak 15 orang asatidz di lembaganya secara rutin menerima manfaat dari program kurban AMC.
“Pada tahun-tahun sebelumnya kami juga menerima bantuan serupa. Setelah serah terima selesai, kami langsung mendistribusikan paket daging kurban kepada para asatidz yang tersebar di wilayah Kota Bogor,” ujarnya.
Arif turut mengajak para muhsinin dan calon pekurban untuk berpartisipasi dalam program kurban bersama Al Ghozy Muslimah Center. Menurutnya, manfaat kurban yang diterima para guru mengaji tidak berhenti pada mereka, melainkan diteruskan kepada masyarakat binaan yang membutuhkan.
“Sebagian besar daging kurban yang diterima para guru mengaji akan disalurkan kembali kepada warga binaan di lingkungan mereka. Jadi manfaatnya menjadi lebih luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Yayasan Bakkata juga menerapkan pola serupa. Paket daging kurban yang diterima akan segera didistribusikan kepada warga binaan yang telah menantikan bantuan tersebut.
“Begitu proses serah terima selesai, sebagian daging langsung kami salurkan kembali kepada masyarakat binaan yang membutuhkan,” pungkasnya. (Yis)









