DINEWS.ID – Nama Moh. Zaki Ubaidillah alias Ubed tengah mencuri perhatian pencinta bulu tangkis Indonesia. Setelah menjadi penentu medali emas beregu putra Asian Games 2026, pemain muda asal Madura itu kembali membuat kejutan dengan menumbangkan Jonatan Christie di French Open 2026.
Kemenangan tersebut bukan hasil yang datang begitu saja. Ubed harus bangkit setelah kehilangan gim pertama sebelum akhirnya menundukkan Jonatan, pemain unggulan keempat, dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung sengit.
Kini, tantangan berikutnya sudah menanti. Ubed dijadwalkan menghadapi wakil Jepang, Koki Watanabe, pada babak 16 besar French Open 2026, Kamis, 22 Oktober 2026.
Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Ubed. Setelah berhasil mengalahkan pemain senior yang lebih berpengalaman, mampukah ia menjaga momentum dan melangkah ke perempat final turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut?
Bangkit dari Kekalahan Gim Pertama, Ubed Singkirkan Jonatan Christie

Ubed memastikan tiket babak 16 besar setelah mengalahkan Jonatan Christie dengan skor 16-21, 21-17, 21-17 pada babak 32 besar, Selasa, 20 Oktober 2026.
Pada gim pertama, Ubed mengaku masih ragu-ragu dan merasa tempo permainannya terlalu lambat. Kondisi tersebut membuat Jonatan mampu mengendalikan pertandingan dan mengamankan gim pembuka dengan skor 21-16.
Namun, situasi berubah pada gim kedua. Ubed meningkatkan tempo permainan dan berusaha lebih berani mengambil inisiatif serangan. Strategi itu membuatnya mampu memberikan tekanan lebih besar kepada Jonatan.
Ubed akhirnya merebut gim kedua dengan skor 21-17. Pada gim penentuan, ia kembali menjaga intensitas permainan hingga memastikan kemenangan dengan skor identik.
Seusai pertandingan, Ubed mengaku bersyukur bisa melewati laga tersebut. Ia juga menyebut pertemuan dengan Jonatan sebagai pengalaman berharga karena keduanya sama-sama berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik.
Meski berhasil menyingkirkan pemain seniornya, Ubed tidak menganggap hasil tersebut sebagai akhir dari prosesnya. Ia justru menegaskan bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki.
“Saya masih harus membuktikan konsistensinya karena performa saya masih naik turun,” ujar Ubed, dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Pengakuan itu memperlihatkan bahwa Ubed memahami tantangan yang menantinya. Kemenangan atas Jonatan menjadi modal penting, tetapi mempertahankan kualitas permainan dalam pertandingan berikutnya merupakan persoalan berbeda.
Dari Sampang hingga Menembus Pelatnas PBSI

Di balik kejutan di French Open, Ubed memiliki perjalanan panjang sebelum dikenal sebagai salah satu pemain muda potensial Indonesia.
Moh. Zaki Ubaidillah lahir di Sampang, Madura, pada 26 Juni 2007. Ia mulai mengenal bulu tangkis sejak usia dini dan menjalani pembinaan awal di PB Rahmat, Pati, Jawa Tengah.
Perjalanannya tidak berlangsung dalam satu tahap. Ubed sempat menjalani pembinaan di sejumlah tempat sebelum akhirnya bergabung dengan PB Djarum Kudus pada 2019.
Di klub tersebut, kemampuannya berkembang melalui berbagai kompetisi junior dan senior. Ia meraih sejumlah gelar di level nasional, kemudian mulai menunjukkan daya saing di turnamen internasional.
Pada 2024, Ubed menjuarai Indonesia Masters Super 100 di nomor tunggal putra. Ia juga membantu Indonesia meraih gelar beregu campuran pada BWF World Junior Championships 2024 serta memperoleh medali perunggu di nomor tunggal putra Kejuaraan Dunia Junior pada tahun yang sama.
Setelah sempat gagal menembus pelatnas melalui seleksi pada 2023, Ubed akhirnya masuk pelatnas PBSI pada akhir 2024. Sejak itu, ia mendapat kesempatan untuk berkembang bersama para pemain elite Indonesia.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa perkembangan seorang atlet membutuhkan proses panjang. Prestasi Ubed tidak hanya ditentukan oleh satu pertandingan, tetapi juga pembinaan, pengalaman bertanding, dan kemampuannya belajar dari kekalahan.
Pahlawan Penentu Emas Beregu Putra Asian Games 2026
Nama Ubed semakin dikenal setelah tampil menentukan dalam final beregu putra bulu tangkis Asian Games 2026 di Jepang.
Dalam pertandingan final melawan China pada 24 September 2026, Indonesia sempat tertinggal 0-2. Harapan untuk membalikkan keadaan kemudian dijaga melalui kemenangan Alwi Farhan dan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, sehingga skor berubah menjadi 2-2.
Ubed turun pada partai kelima yang menjadi penentu medali emas. Menghadapi Weng Hongyang, ia berhasil menang dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-13.
Kemenangan itu memastikan Indonesia mengalahkan China dengan skor akhir 3-2 sekaligus meraih medali emas beregu putra.
Bagi Ubed, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian besar karena ia mampu menghadapi tekanan dalam pertandingan penentuan. Ia juga menunjukkan ketenangan saat gim pertama berlangsung ketat hingga melewati angka 20.
Pengalaman itu menjadi modal mental yang berharga ketika menghadapi pertandingan penting di level internasional. Meski demikian, setiap turnamen memiliki tantangan berbeda, sehingga keberhasilan di Asian Games tidak otomatis menjamin hasil serupa di French Open.
Koki Watanabe Jadi Ujian Berikutnya
Setelah melewati Jonatan Christie, Ubed akan menghadapi Koki Watanabe pada babak 16 besar French Open 2026. Pemain Jepang tersebut melaju setelah mengalahkan wakil Malaysia, Leong Jun Hao, dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-11.
Pertandingan ini memiliki cerita tersendiri karena Watanabe pernah mengalahkan Ubed pada Badminton Asia Championships 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Ubed sempat merebut gim pertama dengan skor 21-15. Namun, Watanabe berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan dua gim berikutnya dengan skor 21-14 dan 21-18.
Catatan itu membuat pertandingan mendatang bukan sekadar perebutan tiket perempat final, tetapi juga kesempatan bagi Ubed untuk membalas kekalahan sebelumnya.
Ubed perlu mempertahankan pendekatan permainan yang membuatnya mampu bangkit saat menghadapi Jonatan. Perubahan tempo dan keberanian mengambil inisiatif menjadi aspek penting, terutama ketika berhadapan dengan lawan yang mampu memanfaatkan keraguan lawan.
Namun, pertandingan melawan Watanabe tidak akan mudah. Pemain Jepang itu telah menunjukkan kemampuannya membalikkan keadaan saat menghadapi Ubed sebelumnya. Karena itu, konsentrasi sepanjang pertandingan dan pengambilan keputusan pada poin-poin penting berpotensi menentukan hasil akhir.
Mampukah Ubed Melangkah ke Perempat Final?
Kemenangan atas Jonatan Christie menunjukkan bahwa Ubed mampu bersaing dengan pemain papan atas. Akan tetapi, untuk melangkah lebih jauh di French Open 2026, ia harus membuktikan bahwa performa tersebut dapat dipertahankan.
Ada dua hal yang menjadi modal Ubed. Pertama, kepercayaan diri setelah menumbangkan unggulan keempat. Kedua, pengalaman menghadapi tekanan pada pertandingan beregu, termasuk ketika menjadi penentu emas Asian Games.
Di sisi lain, pertandingan tiga gim melawan Jonatan juga menuntut Ubed menjaga kebugaran dan memulihkan kondisi sebelum laga berikutnya. Ia harus mampu mempertahankan intensitas permainan tanpa kehilangan ketenangan.
Ubed sendiri telah mengakui bahwa konsistensi masih menjadi tantangan dalam perkembangannya. Pengakuan tersebut penting karena persaingan di level Super 750 menuntut pemain tampil stabil, bukan hanya mampu menciptakan kejutan dalam satu pertandingan.
Jika berhasil mengalahkan Watanabe, Ubed akan melangkah ke perempat final dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain muda Indonesia yang patut diperhitungkan.
French Open 2026 pun menjadi kesempatan bagi Ubed untuk melanjutkan cerita besarnya. Dari penentu emas Asian Games hingga penumbang Jonatan Christie, kini ia menghadapi ujian berikutnya: membuktikan bahwa dirinya bukan hanya mampu membuat kejutan, tetapi juga menjaga konsistensi untuk melangkah lebih jauh.












