“Tapi, turunnya Rp5,3 miliar. Tahap berikutnya, kalau provinsi Jawa Barat tidak menganggarkan, kami di APBD Perubahan tahun 2025, harus dianggarkan Rp2 miliar. Untuk kultur jaringan, harus steril dan ada green house untuk setiap bibit,” tutur Hery.
Heri optimis bahwa dalam waktu dekat, ke depannya Kota Bogor akan memiliki bibit-bibit unggulnya sendiri, baik itu tanaman hias, buah-buahan, mau pun tanaman obat-obatan.
“Insyaallah nanti Kota Bogor punya bibit-bibit unggul sendiri. Tanaman hias, sayuran, buah-buahan dan tanaman obat-obatan,” pungkasnya.
/***
Editor: YB













