DINEWS.ID – Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) merilis hasil survei terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap 100 hari kinerja Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin. Survei dilakukan pada 1–5 Juni 2025 dengan metode wawancara langsung dan teknik cluster random sampling terhadap 800 responden.
Dalam temuan survei, Wali Kota Dedie Rachim diketahui memiliki tingkat popularitas sebesar 55,62 persen, sementara 44,38 persen responden menyatakan tidak mengenalnya. Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin dikenal oleh 44,50 persen responden dan tidak dikenal oleh 55,50 persen.
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Bogor dalam berbagai sektor selama 100 hari pertama dirinci sebagai berikut:
- Ekonomi : 66,38 persen puas, 33,62 persen tidak puas
- Pendidikan : 68,63 persen puas, 31,37 persen tidak puas
- Kesehatan : 69,38 persen puas, 30,62 persen tidak puas
- Infrastruktur : 70,38 persen puas, 29,62 persen tidak puas
- Transportasi : 66,75 persen puas, 33,25 persen tidak puas
- Ketenagakerjaan : 61,38 persen puas, 38,62 persen tidak puas
- Pertanian : 65,88 persen puas, 34,12 persen tidak puas
- Sosial : 71,38 persen puas, 28,62 persen tidak puas
- Pelayanan Publik : 69,63 persen puas, 30,37 persen tidak puas
- Keamanan : 60,25 persen puas, 39,75 persen tidak puas
- Penegakan Hukum : 56,38 persen puas, 43,62 persen tidak puas
- Pemberantasan Korupsi : 47,13 persen puas, 52,87 persen tidak puas
- Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih : 73,88 persen puas, 26,12 persen tidak puas
- Pengelolaan Lingkungan : 75,63 persen puas, 24,37 persen tidak puas
- Kebudayaan : 70,50 persen puas, 29,50 persen tidak puas
- Komunikasi Publik : 70,25 persen puas, 29,75 persen tidak puas
Secara umum, rata-rata tingkat kepuasan publik terhadap kinerja 100 hari pertama Pemerintah Kota Bogor tercatat sebesar 66,48 persen, sedangkan tingkat ketidakpuasan mencapai 33,52 persen.
Dalam aspek keterbukaan informasi, tingkat kepuasan warga terbagi sebagai berikut:
- Keterbukaan informasi publik: 45,75 persen puas, 54,25 persen tidak puas
- Akses terhadap informasi program Pemkot: 55,00 persen puas, 45,00 persen tidak puas
- Pengelolaan media sosial Pemkot: 49,12 persen puas, 50,88 persen tidak puas
- Komunikasi langsung melalui forum warga: 51,88 persen puas, 48,12 persen tidak puas
Survei juga mencatat bahwa hanya 34,50 persen warga merasa dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan, sementara 65,50 persen merasa tidak terlibat.
Terkait kepercayaan publik terhadap kemampuan Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam memimpin Kota Bogor ke arah yang lebih baik, sebanyak 34,13 persen responden menyatakan cukup yakin, 29,25 persen sangat yakin, 11,13 persen kurang yakin, 17,13 persen tidak yakin, dan 8,38 persen tidak tahu.
Menanggapi hasil survei ini, analis Komite Pemilih Indonesia (tePI), Jeirry Sumampow, menyampaikan pentingnya mengukur komitmen pemerintah sejak awal masa jabatan.
“Kalau di awal pemerintahan saja komitmennya sudah meragukan, ini agak repot. Kita berharap lima tahun ke depan komitmennya lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada kebijakan populis menjelang akhir masa jabatan, melainkan menjaga konsistensi komitmen sejak awal hingga akhir masa kepemimpinan.













