PWI Kecam Militer Israel atas Pencegatan Misi Kemanusiaan dan Penahanan Jurnalis Indonesia

WhatsApp Image 2026 05 20 at 10.49.25
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir. Foto: Istimewa

DINEWS.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 saat berlayar menuju Gaza, Palestina. Dalam rombongan tersebut, terdapat tiga jurnalis asal Indonesia yang tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput kondisi kemanusiaan di wilayah konflik.

​Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa tindakan pencegatan terhadap misi sipil dan kemanusiaan merupakan pelanggaran berat. Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena mencederai prinsip dasar perlindungan terhadap kerja pers di wilayah konflik.

​Tiga jurnalis Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari media Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. Hingga saat ini, pihak PWI belum dapat berkomunikasi dengan mereka, dan kondisi awak kapal dilaporkan masih belum diketahui secara pasti.

​Munir menekankan bahwa kehadiran jurnalis dalam misi kemanusiaan bertujuan untuk menyampaikan fakta lapangan kepada publik internasional, bukan sebagai pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata. Oleh karena itu, keselamatan dan independensi mereka wajib dijamin oleh seluruh pihak yang berwenang.

​”Kami mengecam keras tindakan Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza, termasuk jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Keselamatan insan pers harus dihormati dan dilindungi dalam situasi apa pun,” ujar Akhmad Munir dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Koordinasi Lintas Kementerian untuk Perlindungan WNI

​Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kini tengah melakukan langkah diplomatik intensif untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada dalam rombongan kapal tersebut. Koordinasi telah dijalin dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, serta KBRI Amman untuk memantau situasi dan menyiapkan langkah pemulangan jika diperlukan.

​Senada dengan Kemlu, Kementerian Komunikasi dan Digital RI juga turut serta memantau perkembangan situasi ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya ada 10 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditahan oleh otoritas Israel, di antaranya kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

​PWI Pusat menyatakan dukungan penuh atas langkah cepat yang diambil pemerintah dalam melindungi keselamatan para jurnalis dan relawan kemanusiaan yang sedang bertugas. PWI juga terus memantau perkembangan terkini terkait kondisi para wartawan yang masih tertahan di wilayah perairan tersebut.

​”Pers hadir untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada dunia. Tidak boleh ada intimidasi ataupun tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis yang menjalankan tugas profesinya,” tegas Munir.

​Ia pun menambahkan harapannya agar seluruh awak kapal dan jurnalis dapat segera dibebaskan

 “Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar diberikan keselamatan dan segera dapat kembali dengan selamat,” tutupnya. (Yis/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *