PPDB 2024 di Kota Bogor Kisruh dan Diprotes Warga Asli Sekitar Zonasi

ppdb
PPDB 2024 di Kota Bogor Kisruh dan Diprotes Warga Asli Sekitar Zonasi. Foto: Istimewa.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Bogor Dedi Des Nurmahdi mengatakan, bagi warga yang ingin menumpang Kartu Keluarga (KK) itu bisa saja, asalkan sudah setahun pindahnya.

“Boleh saja menumpang KK kepada Family lain, asalkan sudah satu tahun. Hal itu dapat diterima secara administrasi dulu, kalau daftar boleh-boleh saja asalkan administrasi kependudukan sudah satu tahun,” ucap Dedi.

Dedi juga mengakui adanya gelombang protes tersebut, namun dirinya bersikukuh tidak melakukan penyaringan karena seluruh proses dilakukan dengan sistem. Siswa yang bisa diterima, lanjut Dedi mengatakan, yakni paling jauh 722, sementara jarak di luar tersebut tidak diterima.

“Dan akan kita tanyakan Kartu Keluarga yang lamanya mana? Kalau tidak bisa menunjukkan yang lamanya, maka dianggap gagal, dan ini semua sistem yang akan menjaringnya,” tambahnya.

Sementara, Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah II Jawa Barat, Asep Suharsono mengatakan, bahwa permasalahan PPDB tahun ini baru 26% yang diterima pada gelombang 1, dari jumlah keseluruhan pendaftar, dan menampik bila polemik PPDB tahun ini menjadi ramai diperbincangkan masyarakat.

“Ramai tentang apa ya? Kalau ramai berkaitan dengan banyak yang daftar, Alhamdulillah, bahwa PPDB banyak orang tahu. Kalau banyak yang tidak lulus itu benar, karena hanya 26% siswa yang diterima pada gelombang 1 dari seluruh pendaftar,” tutur Asep Suharsono.

Alung/***

Editor: YB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *