Aksi Billy Adyaksa (42) salah satu orang tua siswa yang anaknya ditolak masuk lewat jalur zonasi di SMAN 3 Kota Bogor ini, cukup menarik perhatian warga. Bagaimana tidak, dirinya melakukan aksi Depa, yaitu metode pengukuran ala tradisional untuk mengukur panjang jalan, memastikan jarak ke sekolah secara manual dengan meteran kayu.
Billy yang anaknya tidak diterima di sekolah tersebut merasa heran, tanda tanya dan penasaran. Sebab kediamannya hanya berjarak sekitar 900 meter dari sekolah. Lingkungan sekolah tersebut juga berada di kawasan perdagangan, sehingga praktis warga sekitar akan berjarak sekitar 500 meteran dari sekolah.
Billy pun menduga terjadi permainan oleh panitia PPDB, karena siswa dari luar kota Bogor justru diterima lewat jalur zonasi.
“Saya tidak masalah anak saya tidak diterima. Tetapi saya ingin memastikan apakah kita yang masih tetangga sekolah ini, anaknya bisa masuk lewat jalur zonasi. Ternyata tidak, kita kalah dengan siswa dari luar kota,” tegas Billy.













