Ia menerangkan, pada Agustus 2023 lalu angka kasus stunting di Kota Bogor menunjukkan tren penurunan dari 2.300 kasus menjadi 1.400 kasus. Turunnya angka tersebut merupakan upaya yang luar biasa hasil kolaborasi dan kontribusi semua elemen di Kota Bogor.
“Saya optimis angka tersebut akan terus turun secara signifikan seiring dengan menurunnya prevalensi stunting di Kota Bogor yang ditargetkan mencapai 14 persen di tahun ini,” jelasnya.
Ia menegaskan, perlu upaya untuk penurunan angka stunting, baik skala nasional maupun daerah. Ia pun sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas partisipasi Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) yang telah melaksanakan kegiatan secara berkesinambungan melalui kegiatan Festival Ayam dan Telur ( FAT).













