Pemerintah Tambah Kuota Beasiswa untuk Guru Non-Sarjana pada 2026

beasiswa
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Mariman Darto (Tengah). Foto : Agus N/reportasemalang,com

DINEWS.ID – Pemerintah pusat berencana meningkatkan jumlah penerima beasiswa bagi guru yang belum menempuh pendidikan sarjana (S-1). Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas dan kapasitas tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Pada 2025, sebanyak 12.500 guru tercatat sebagai penerima program ini. Jumlah tersebut akan naik signifikan pada 2026 dengan target mencapai 150.000 penerima di seluruh Indonesia.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Mariman Darto, mengatakan masih banyak guru di Indonesia yang belum berstatus sarjana sehingga kesulitan mengakses sertifikasi profesi.

“Ini menjadi kendala bagi guru yang belum sarjana untuk mendapatkan sertifikasi. Karena itu pemerintah memberikan beasiswa agar mereka bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Mariman seusai menghadiri sarasehan guru di PGRI Kabupaten Ngawi, Sabtu (25/10/2025).

Guru yang mengikuti program rekognisi pembelajaran lampau (RPL) selama satu tahun akan menerima bantuan biaya pendidikan sebesar Rp3 juta per semester atau maksimal Rp6 juta per tahun.

“Dalam satu tahun menerima Rp6 juta, dan itu harus lulus,” tegas Mariman.

Selain beasiswa, pemerintah juga akan memberikan insentif tambahan bagi guru honorer non-ASN mulai 2026 sebesar Rp400.000 per bulan. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kesejahteraan guru menjadi hal paling penting. Karena dari situlah kualitas pendidikan bisa meningkat,” kata Mariman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *