Daerah  

Miris, Seorang Bocah di Jasinga Bogor Tewas Diduga Diserang Anjing Pemburu

6a259815be955 ed5481f0 11fc 46c4 91ac 6ed41090b755
Istimewa

DINEWS.ID – Nasib tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Anak di bawah umur tersebut ditemukan tewas mengenaskan setelah diduga menjadi sasaran serangan brutal sekelompok anjing milik rombongan pemburu yang tengah beraktivitas di area sekitar lokasi kejadian.

​Peristiwa memilukan yang menggemparkan warga di wilayah Bogor Barat ini langsung memicu respons cepat dari aparat penegak hukum. Begitu menerima laporan darurat dari masyarakat, personel Polsek Jasinga bergegas meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengevakuasi korban dan mengusut tuntas insiden tersebut.

​Kapolsek Jasinga, Iptu Agus Hidayat, mengonfirmasi bahwa saat petugas tiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.

​”Kami tiba di TKP setelah menerima laporan warga sekitar jam 12 siang. Di sana, kami menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Iptu Agus Hidayat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (7/6/2026).

​Pihak kepolisian akhirnya menjaring puluhan orang di sekitar area hutan atau kebun tempat kejadian. Sebanyak 20 orang yang diduga kuat merupakan pemilik satwa atau bagian dari rombongan berburu tersebut langsung digiring ke markas polisi.

​Penyidik dari Unit Reskrim Polsek Jasinga hingga kini masih melakukan interogasi maraton untuk mendalami identitas, asal daerah, serta legalitas aktivitas perburuan yang dilakukan oleh kelompok tersebut.

Polisi juga tengah mengkaji penerapan pasal pidana di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak terkait unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

​”Ada sekitar 20 orang yang kami amankan untuk pemeriksaan intensif. Kami masih mendalami asal wilayah mereka dan apakah mereka terafiliasi dengan organisasi berburu tertentu,” jelas Agus.

​Usai dievakuasi dari lokasi kejadian, jasad bocah malang tersebut sempat dilarikan ke RSUD Leuwiliang. Petugas medis dan kepolisian awalnya merencanakan proses autopsi guna mendapatkan bukti ilmiah mengenai penyebab pasti kematian korban.

​Namun, rencana autopsi tersebut akhirnya dibatalkan atas permintaan dari pihak keluarga. Orang tua dan kerabat korban yang dirundung duka mendalam memilih untuk langsung membawa pulang jenazah sang anak agar bisa segera disemayamkan secara layak di rumah duka.

​”Awalnya korban dibawa ke rumah sakit untuk autopsi. Namun, pihak keluarga memutuskan untuk langsung membawa pulang jenazah agar bisa segera dikebumikan,” pungkas Agus. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *