DINEWS.ID – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Bogor memicu ambruknya atap satu unit rumah warga di Kampung Situ Beureum RT 002/RW 001, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Insiden ini diperparah oleh kondisi struktur bangunan yang dilaporkan sudah lapuk dimakan usia.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa musibah tersebut sebenarnya terjadi pada Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, laporan secara resmi baru diterima oleh pusat kendali operasi (Pusdalops) pada Sabtu (6/6/2026) pagi pukul 07.35 WIB melalui aduan warga di media sosial.
”Merespons laporan tersebut, personel TRC-PB BPBD Kota Bogor dari Regu 3 langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan tindakan kedaruratan. Petugas tiba dan langsung melakukan proses assessment serta koordinasi bersama aparatur wilayah setempat mulai pukul 08.00 WIB,” terang Dimas Tiko saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan hasil peninjauan tim di lapangan, kerusakan fatal terjadi pada bagian atap dapur rumah. Bangunan pribadi tersebut diketahui merupakan aset milik Ibu Fatimah yang kini dihuni oleh anaknya, Bapak Idris (1 KK/1 Jiwa).
Beruntung, saat material atap ambruk, penghuni rumah berhasil menghindari reruntuhan sehingga dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
Kronologi runtuhnya atap bermula dari terjangan cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Tekanan angin dan rembesan air hujan membuat material penyangga kayu yang sudah lapuk lantaran sempat lama tidak dihuni tidak kuat lagi menahan beban atap hingga akhirnya ambrol ke bagian lantai dapur.
Proses penanganan darurat di lokasi kejadian dilaporkan berjalan lancar dan dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 09.40 WIB. Langkah ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur wilayah, termasuk personel Keltana Bojongkerta serta jajaran pengurus RT/RW setempat.
Dimas menegaskan langkah penanganan cepat guna melindungi bagian dalam rumah dari guyuran hujan susulan, petugas BPBD telah mendistribusikan logistik kedaruratan kepada korban terdampak. Selain itu, pihak BPBD juga tengah mendata keperluan rekonstruksi jangka panjang yang mendesak dibutuhkan oleh pemilik rumah.
”Penanganan di lokasi sudah selesai dilaksanakan oleh personel kami. Sebagai tindakan awal, kami sudah menyerahkan bantuan darurat berupa satu lembar terpal kepada pihak terdampak. Untuk kebutuhan mendesak selanjutnya yang diajukan adalah tambahan terpal serta pengajuan bantuan sosial tidak terencana (BSTT),” pungkas Dimas Tiko Prahadisasongko. (Yis)













