Mengenal dan Penyebab Brain Fog yang Dialami Nikita Willy  

Nikita Willy
Nikita Willy. Foto : Istimewa.

4. Kekurangan asupan tertentu

Pola makan yang kurang sehat bisa menyebabkan tubuhmu kekurangan nutrisi tertentu. Hal ini bisa meningkatkan risikomu untuk mengalami brain fog.

Riset menunjukkan bahwa orang yang kekurangan asupan gizi tertentu, seperti protein, zat besi, vitamin B kompleks, vitamin E, antioksidan, dan omega-3, berisiko lebih tinggi untuk mengalami pikun dan brain fog. Selain itu, reaksi alergi terhadap jenis makanan tertentu juga disebut bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena brain fog.

5. Efek samping obat-obatan

Setiap obat tentu memiliki efek sampingnya tersendiri. Beberapa jenis obat-obatan, seperti obat antikolinergenik, obat penenang, antidepresan, dan obat tidur, diketahui bisa memengaruhi kinerja saraf otak dan zat kimia di otak (neurotransmitter).

Efek ini bisa memicu munculnya brain fog dan keluhan lain, seperti mudah mengantuk dan perubahan mood. Obat-obatan lain, misalnya kemoterapi, juga sering menyebabkan brain fog.

Jika kamu merasakan brain fog setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu, berkonsultasilah dengan dokter, agar kamu bisa beralih ke obat jenis lainnya atau mendapatkan dosis yang lebih rendah guna mencegah kambuhnya gejala tersebut.

6. Kondisi medis tertentu

Ada banyak kondisi medis atau penyakit yang bisa menimbulkan gejala brain fog, misalnya penyakit autoimun, penuaan, kelelahan, dan gangguan mental. Selain itu, penyakit lain, seperti sindrom kelelahan kronis, anemia, demensia, dan infeksi virus Corona atau COVID-19, juga bisa menjadi penyebab terjadinya kabut otak, lho. *

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *