Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa lagi bergantung pada institusi formal semata. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, siswa, orang tua, dunia usaha, dan komunitas.
Meski akses pendidikan kian meluas, tantangan besar masih membayangi, seperti ketimpangan kualitas pendidikan antar daerah, kekurangan tenaga pengajar di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta keterbatasan fasilitas. Selain itu, dampak learning loss akibat pandemi Covid-19 juga masih terasa, sehingga diperlukan strategi pemulihan yang menyeluruh.
Hardiknas 2025 mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi nyata melalui berbagai bentuk kolaborasi, seperti program gotong royong pendidikan, pemberian beasiswa swadaya, pelibatan sektor swasta dalam pendidikan vokasi, serta peningkatan literasi digital dan keterampilan abad ke-21 bagi pelajar.









