DINEWS.ID – Pemuda Katolik Kota Bogor menyoroti kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Insiden tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bosowa, Bina Insani, Sukadamai, Tanah Sereal.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, sebanyak 36 siswa mengalami gejala keracunan makanan, termasuk mencret, pusing, muntah, demam, dan sakit perut. Dari jumlah tersebut, lima orang dirawat inap, tujuh menjalani rawat jalan, dan 24 lainnya mengalami keluhan ringan.
Ketua Pemuda Katolik Kota Bogor, Boy Fernando Lumban Raja, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa ini. Ia menilai kasus tersebut sebagai bentuk lemahnya pengawasan dan tata kelola program.
“Program makan bergizi gratis sejatinya merupakan inisiatif yang sangat baik dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Namun, kami sangat menyayangkan terjadinya keracunan makanan siswa-siswi dalam program ini. Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari buruknya tata kelola,” kata Boy, Kamis (9/5/2025).
Ia mendesak Pemerintah Kota Bogor, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mitra penyedia makanan serta memperketat pengawasan di lapangan.










