Kasus Keracunan Massal Siswa, Akademisi UGM Soroti Keamanan Pangan Program MBG

keracunan massal
Ilustrasi.

Ia juga merekomendasikan agar produksi makanan dilakukan secara desentralisasi oleh masing-masing sekolah.

“Beberapa sekolah sudah terbiasa mengelola makanan sendiri, skalanya lebih kecil dan lebih mudah diawasi,” katanya.

Menanggapi rencana Badan Gizi Nasional untuk menjangkau 82,9 juta penerima, Raharjo menilai pendekatan tersebut terlalu terburu-buru.

“Saya menyebutnya too much, too soon. Fokus dahulu pada skala kecil, benahi, baru diperluas,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dan kolaborasi lintas sektor agar program MBG benar-benar memberikan manfaat tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *