DINEWS.ID – Harga emas dunia naik, Rabu (4/6/2025) seiring meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok serta kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Pelemahan dolar AS juga mendorong kenaikan harga emas.
Harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi US$ 1.370,67 per troi ons pukul 09.09 WIB, sementara emas berjangka AS naik 0,5 persen ke level US$ 1.394,90 per troi ons.
Kelvin Wong, analis pasar senior Asia Pasifik di Oanda, menyatakan kenaikan harga emas dipicu oleh pelemahan dolar AS dan minat beli investor yang meningkat pada harga emas yang sebelumnya turun.
Kondisi ketidakpastian terkait hubungan dagang antara AS dan Tiongkok serta antara AS dan Uni Eropa mendorong investor memilih emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi meminta AS menciptakan kondisi yang mendukung perbaikan hubungan bilateral. Gedung Putih juga mengisyaratkan kemungkinan pembicaraan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pekan ini untuk membahas sengketa dagang.
AS mengumumkan pembatalan rencana pelipatgandaan tarif baja dan aluminium terhadap Inggris, yang meredakan ketegangan pasar. Indeks dolar AS melemah 0,1%, membuat harga emas lebih murah bagi pembeli internasional dan mendukung kenaikan harga.
Di dalam negeri, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 16.000 menjadi Rp 1,924 juta per gram pada perdagangan Rabu (4/6/2025).











