“Untuk nama saja kita tidak biasa atau out of the box. Kita tidak menggabungkan nama partai, tapi langsung menjadikan Aswaja sebagai nama fraksi,” ungkapnya.
“Dan untuk pilkada, kita punya mekanisme serta aturan main masing-masing. Tapi, ini langkah awal nahdiyin bersatu, di mana bisa saja pada pilkada ada di satu barisan, yaitu dalam barisan aswaja. Lalu, memiliki daya tawar ke calon lebih tinggi dan kuat,” pungkasya.
Bergabungnya dua parpol ini menjadi menarik, sebab selama ini, terjadi persaingan politik yang cukup keras antara PKB dan PPP, termasuk di Kota Bogor. Namun terjadinya silaturahmi beberapa hari terakhir, merupakan sebuah kejutan dan langkah politik yang cukup brillian, dari PKB-PPP di Kota Bogor.













