Dedie A. Rachim Promosikan Bogor sebagai Kota Percontohan Energi Ramah Lingkungan di Forum Dunia

WhatsApp Image 2026 05 20 at 15.40.40
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim Hadiri Kegiatan WUF ke-13 di Azerbaijan. Foto: Humas Pemkot

DINEWS.ID – Dedie A. Rachim membawa visi Kota Bogor menuju kota hijau dan berkelanjutan ke panggung internasional dalam ajang World Urban Forum (WUF) ke-13 di Azerbaijan, Rabu (20/5/2026).

Dalam forum organisasi D-8 tersebut, Dedie menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam mendorong transformasi energi berbasis lingkungan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan pembangunan kota berkelanjutan.

Menurutnya, kota modern saat ini menghadapi tantangan besar mulai dari peningkatan kebutuhan energi, persoalan sampah, hingga ancaman perubahan iklim. Karena itu, pembangunan kota tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ketahanan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Dedie menyebut Bogor saat ini menjadi salah satu kota terdepan di Indonesia dalam pengembangan energi berbasis sampah. Bahkan, Bogor disebut sebagai satu-satunya kota yang secara bersamaan mengoperasikan dan mengembangkan dua fasilitas PLTSa.

PLTSa pertama berada di Galuga, Kabupaten Bogor, dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari. Sementara fasilitas kedua berada di Kayumanis, Kota Bogor, yang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.

Langkah tersebut dinilai menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir sekaligus menekan emisi lingkungan dari pengelolaan sampah konvensional.

Dalam paparannya, Dedie juga menyoroti besarnya produksi sampah di wilayah Bogor Raya yang mencapai sekitar 3.000 ton per hari, dengan mayoritas berasal dari limbah rumah tangga dan sisa makanan.

Karena itu, transformasi pengelolaan sampah menjadi energi dinilai sebagai langkah penting dalam menciptakan kota yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan di masa depan.

Selain pengembangan energi hijau, Pemerintah Kota Bogor juga terus memperkuat program smart city, ruang terbuka hijau, gerakan lingkungan berbasis masyarakat, serta sistem transportasi perkotaan berkelanjutan.

Di hadapan delegasi internasional, Dedie turut mengajak negara-negara anggota D-8 memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kota berkelanjutan melalui inovasi teknologi, pertukaran pengalaman, dan kerja sama lintas negara.

“Pembangunan kota masa depan tidak hanya harus modern, tetapi juga inklusif, ramah lingkungan, dan berpusat pada manusia,” ujar Dedie. (Yis/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *