Bamsoet Tegaskan Komitmen Bawa IMI Naik Kelas, Targetkan Mandalika Jadi Tuan Rumah F1

Bamsoet
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Bambang Soesatyo saat berada di Sirkuit Mandalika. Foto : Dok. beritasatu.com/Muhammad Awaludin.

DINEWS.ID – Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Bambang Soesatyo, menegaskan komitmennya untuk membawa IMI naik kelas. Tidak hanya sebagai organisasi balap, IMI juga ditargetkan menjadi penggerak utama dalam pembangunan ekosistem industri otomotif nasional.

Dalam pernyataannya Senin (21/7/2025), Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet menyampaikan visi besar IMI yang mencakup reformasi tata kelola organisasi, pembinaan pembalap daerah secara terstruktur, serta impian menggelar ajang balap Formula 1 (F1) di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

“IMI bukan hanya balapan tetapi juga tentang bagaimana kita membangun ekosistem industri otomotif. Mulai dari komunitas, para penghobi, hingga klub-klub otomotif. Kita harus mempersatukan semua, baik roda dua maupun roda empat, tanpa terkecuali,” ujar Bamsoet.

Ia menyatakan bahwa IMI akan menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan industri otomotif, sekaligus menjadi wadah komunitas dan para penghobi otomotif dari seluruh Indonesia. Pendekatan inklusif ini, menurutnya, akan merangkul seluruh elemen dari pusat hingga ke daerah.

Salah satu fokus utama Bamsoet adalah membenahi sistem pembinaan pembalap nasional. Ia menilai, pembinaan harus dilakukan secara sistematis dari tingkat pusat hingga ke klub-klub daerah.

“Pembinaan tidak bisa langsung dari klub. Harus dari pusat ke provinsi, provinsi ke kabupaten/kota, lalu ke klub. Dengan begitu, bibit-bibit pembalap daerah yang selama ini belum terlihat bisa muncul,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya jenjang kompetisi seperti klub race, kejuaraan daerah (kejurda), dan kejuaraan nasional (kejurnas) sebagai sarana menjaring talenta baru dari berbagai wilayah.

Selain itu, Bamsoet menyuarakan ambisinya agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah ajang balap bergengsi Formula 1. Menurutnya, Sirkuit Mandalika berpotensi ditingkatkan dari Grade 3 ke Grade 1, yang merupakan standar minimum penyelenggaraan F1.

“Mimpi saya yang belum tercapai itu adalah menyelenggarakan Formula 1 di Indonesia. Saya yakin Sirkuit Mandalika bisa kita tingkatkan. Dari grid 3, naik ke grid 2, lalu grid 1. Kenapa tidak?” katanya.

Namun, ia mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan, mulai dari kebutuhan peningkatan infrastruktur teknis hingga pembangunan fasilitas berstandar internasional.

Bamsoet juga menyoroti kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada dunia balap. Ia mengkritik penyamaan pajak antara kendaraan umum dan alat balap, seperti motor, mobil, dan suku cadang balap.

“Saat ini, alat balap, motor, mobil, dan spare part dikenakan pajak yang sama dengan kendaraan umum. Ini tidak adil. Bagaimanapun juga, para pembalap ini adalah pahlawan-pahlawan kita di bidang olahraga otomotif,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah agar memberikan insentif dan fasilitas khusus kepada pembalap dan tim balap, sebagaimana diberikan pada cabang olahraga prioritas lainnya.

Meski tantangan masih besar, Bamsoet tetap optimistis. Ia menyebut bahwa saat ini sudah ada tiga pembalap muda Indonesia yang tampil di ajang internasional.

“Kita sudah buktikan, ada tiga pembalap kita yang berlaga di ajang internasional. Mudah-mudahan dari mereka akan lahir pembalap-pembalap lainnya yang bisa menembus MotoGP,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *