Daerah  

Atap Rumah Ambruk di Bogor, 2 Keluarga Terdampak

Petugas BPBD menangani atap rumah ambruk di Kertamaya Bogor
Petugas BPBD menangani atap rumah ambruk di Kertamaya Bogor. Dok: Istimewa

DINEWS.ID — Atap rumah ambruk di Bogor terjadi di kawasan Margajaya, RT 01/RW 04, Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Minggu 4 Oktober 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.15 WIB itu menyebabkan bagian atap dua rumah warga mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi dua keluarga terdampak akibat kerusakan pada hunian mereka.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Senin 5 Oktober 2026.

WhatsApp Image 2026 10 05 at 15.59.58

Menurut Dimas, laporan mengenai kejadian diterima dari warga melalui media sosial. BPBD Kota Bogor kemudian menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi pada Senin siang untuk melakukan penanganan.

“Keja­dian atap ambruk ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan yang terjadi beberapa waktu lalu, ditambah kondisi struktur atap rumah warga yang memang sudah lapuk termakan usia,” jelas Dimas.

Dua Rumah Warga Mengalami Kerusakan

Dimas menjelaskan, kejadian atap rumah ambruk di Bogor tersebut berdampak pada dua kepala keluarga.

Rumah pertama milik Bapak Sunarya, yang dihuni empat jiwa. Bagian yang mengalami ambruk berada pada atap dapur dan kamar mandi.

Sementara itu, rumah kedua milik Bapak Solihin dihuni enam jiwa. Kerusakan pada rumah tersebut terjadi di bagian atap teras dan dapur.

Dengan demikian, kerusakan akibat kejadian tersebut berdampak pada dua keluarga yang tinggal di kawasan Margajaya, Kelurahan Kertamaya.

BPBD Selesaikan Asesmen di Lokasi

Setelah menerima laporan, personel BPBD Kota Bogor melakukan kaji cepat atau assessment di lokasi kejadian. Pendataan terhadap dampak kerusakan juga telah dilakukan.

BPBD Kota Bogor turut berkoordinasi dengan perangkat RT dan RW, Kelurahan Kertamaya, serta pihak Kecamatan setempat untuk menentukan langkah penanganan lanjutan bagi warga terdampak.

Dimas mengatakan proses asesmen di lokasi telah selesai dilaksanakan.

“Kondisi saat ini, asesmen di lokasi kejadian sudah selesai dilaksanakan. Adapun kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak adalah terpal untuk penutup sementara dan Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT),” tutup Dimas.

Kebutuhan terpal diperlukan sebagai penutup sementara pada bagian rumah yang mengalami kerusakan. Selain itu, warga terdampak juga membutuhkan Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) sesuai dengan hasil penanganan yang dilakukan.

Peristiwa atap rumah ambruk di Bogor ini menjadi kejadian yang ditangani BPBD Kota Bogor setelah hujan deras memperparah kondisi struktur bangunan yang sebelumnya telah lapuk termakan usia.*(Yis)*

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *