Film ini juga akan menghadirkan elemen visual neo-noir serta ketegangan politik dalam lingkup sindikat kriminal, menjadikannya sebagai crime-action thriller dengan nuansa lokal yang kental.
Visinema saat ini masih berada dalam tahap pengembangan lanjutan naskah dan penyusunan strategi produksi. Proses syuting dijadwalkan akan dimulai pada awal 2026, meskipun jadwal rilis resminya belum diumumkan.
Sebagai bagian dari pengembangan proyek ini, Angga juga tengah menjajaki kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan film asal Korea Selatan dan Amerika Serikat. Kerja sama tersebut ditujukan untuk membawa Ratu Malaka ke skala produksi internasional serta distribusi global.
Film ini menambah daftar karya Angga Dwimas Sasongko di genre laga, setelah sebelumnya menyutradarai Wiro Sableng (2018), Ben & Jody (2022), Mencuri Raden Saleh (2022), dan 13 Bom di Jakarta (2023). Ia juga dikenal lewat film-film drama seperti Filosofi Kopi (2015), Surat dari Praha (2016), Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020), dan Heartbreak Motel (2024).













