DINEWS.ID – Seorang wanita berusia 80 tahun di Sapporo, Hokkaido, Jepang, menjadi korban penipuan daring dengan kerugian mencapai 1 juta yen (sekitar Rp 107 juta). Pelaku mengaku sebagai astronot yang membutuhkan dana untuk membeli oksigen setelah pesawat ruang angkasanya diserang.
Menurut keterangan Kepolisian Jepang, korban pertama kali berkomunikasi dengan pelaku melalui media sosial pada pertengahan Juli 2025. Interaksi berlanjut melalui email, di mana pelaku menyampaikan cerita dramatis tentang kondisi darurat di luar angkasa dan meminta korban membeli mata uang kripto untuk menutupi biaya oksigen.
Hingga 30 Agustus 2025, korban telah lima kali membeli kartu prabayar di minimarket seperti 7-Eleven, FamilyMart, dan Lawson, dengan total nilai mencapai 1 juta yen. Kartu tersebut kemudian dikirimkan kepada pelaku melalui kode, yang diduga digunakan untuk transaksi anonim atau dijual kembali.
Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan kejadian tersebut kepada anak dan cucunya. Kepolisian Jepang mengimbau masyarakat agar waspada terhadap permintaan uang melalui media sosial dan segera melaporkan dugaan penipuan ke hotline resmi.
Data Badan Kepolisian Nasional Jepang menunjukkan bahwa kerugian akibat penipuan daring pada 2024 mencapai rekor 126,8 miliar yen (sekitar Rp 13,6 triliun), meningkat tajam dari 81,3 miliar yen pada 2023. Penipuan asmara tercatat sebanyak 3.784 kasus, hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, sementara penipuan investasi naik menjadi 6.380 kasus.
Modus lain seperti penipuan yang mengatasnamakan petugas kepolisian juga mengalami lonjakan, dengan kerugian mencapai 72,2 miliar yen (sekitar Rp 7,7 triliun), naik hampir 60 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebagian besar panggilan penipuan tersebut dilaporkan berasal dari luar negeri.







